HEADLINEPASKREATIFPASPENDIDIKANTOKOH

Aep Suparlan : Bina Siswa Untuk Mandiri dan Percaya Diri

*) Kepala SMK Pasundan 3 Bandung

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Kemandirian menurut Kepala SMK Pasundan 3 Bandung, Drs. Aep Suparlan adalah sesuatu yang sangat penting. Karena ada banyak terkandung hal positif dari pribadi yang mandiri.

“Dalam mengajar saya senantiasa menanamkan nilai kemandirian, dengan begitu siswa akan lebih percaya diri serta optimis, dan hal tersebut akan menjadi bekal mereka untuk mau bekerja keras dalam belajar ataupun saat mereka bekerja kelak,”  tandasnya.

Banyak cara, menurut Aep yang bisa dilakukan untuk melatih kemandirian, mulai dari saat siswa mengerjakan tugasnya sendiri, tidak mencontek pada buku maupun kepada temannya saat ujian, ataupun mampu mempresentasikan sebuah hal di depan kelas.

“Berhubung saya lulusan Otomotif saat kuliah dulu, saya juga memiliki  beberapa motivasi yang saya rangkum dalam kata OTOMOTIF yakni  Optimis dalam hidup, Taat pada norma, Olah diri jadi garapan, Mandiri dalam bersikap, Obrolan dalam koridor, Teguhkan cita-cita, Impian jadi kenyataan, dan Fasilitas hidup yang baik jadi dambaan,” terang lulusan S1 IKIP Bandung pada jurusan Teknik Otomotif.

Mengenai perjalanan mengajarnya sendiri, Pria kelahiran Bandung, 5 Desember 1965 ini juga bercerita bahwa ia mulai mengajar pada tahun 1988 di SMK LPPM Majalaya.

Kemudian pada tahun 1992 ia mulai mengajar di lingkungan pendidikan pasundan. “Pada tahun 1995, saya diangkat menjadi PNS untuk kemudian ditugaskan di Sekolah Teknik setingkat dengan SMP di Sumedang, sekaligus masih mengajar di SMK Pasundan 2 Banjaran,” ucapnya.

Hingga pada tahun 2000, Aep  dipindah tugaskan ke SMPN 1 Banjaran, dan menjadi guru yang diperbantukan di SMK pada tahun 2002 mengajar basic otomotif,  menjadi kepala program jurusan otomotif, wakasek bidang kurikulum dan wakasek Sarana prasarana selama 6 tahun dan pada tahun 16 Juni 2017 ditugaskan oleh yayasan untuk mengelola SMK Pasundan 3 Bandung.

“Pada awalnya saya tidak berniat menjadi guru, oleh sebab itu, saat kakak saya masuk SPG, saya lebih suka melanjutkan pendidikan ke SMK. Dan kala itu saya diarahkan untuk masuk ke akademi militer, namun ternyata jalan hidup membawa saya ke sisi yang lain, karena beberapa faktor saya akhirnya berkuliah di IKIP,” ucap Anak ke 3 dari 8 bersaudara.

Ayah dari tiga anak ini pun mulai menyadari dan memutuskan untuk menjadi seorang guru.

“Sebetulnya saya lahir dari keluarga  guru, sehingga sudah mengalir memang dalam darah saya bakat untuk menjadi guru, dan seakan sudah menjadi panggilan jiwa, oleh sebab itu sepenuh dedikasi, saya berikan dalam profesi seorang guru,” tandasnya.

Pemilik Motto “hidup yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain” ini pun mengungkapkan bahwa latarbelakang  ia menjadi guru dilandasi oleh ayat Al-Qur’an bahwa  Allah telah memberikan kelebihan kepada bani adam yakni ilmu dan amal yang bermakna bahwa jika mempunyai ilmu maka wajib untuk diamalkan.

“Ilmu dan amal tidak bisa dipisahkan meskipun ilmu yang dimiliki hanya sedikit, dengan menjadi guru tentu bisa terus mengamalkan ilmu dengan cara mengajarkannya,” tandasnya.

Aep juga menambahkan bahwa menjadi guru memiliki kebahagiaan tersendiri, dimana ia dapat bermanfaat bagi orang lain dan termotivasi  untuk memberikan lebih.

“Sebagai pengajar tentu saya berusaha untuk membina karakter siswa, mulai dari kejujuran, disiplin, percaya diri, sikap mandiri, dan berani. Berani untuk menunjukan diri sendiri tanpa garus bersandar pada orang lain, dengan tetap memegang teguh keimanan,” tandasnya.

Terakhir, Aep berharap bahwa  SMK Pasundan 3 Bandung dapat menjadi lembaga pendidikan yang dapat menghasilkan  siswa-siswa berahlak mulia, mandiri, serta kreatif seperti yang dicantumkan dalam visi.

“Untuk pribadi saya juga berharap dapat terus bisa berkontribusi untuk memajukan bangsa lewat mengajar dan menjalankan tugas kepala sekolah yang bisa memintarkan anak didik, bisa mensejahterakan guru dan karyawan, serta bisa memajukan sekolah,” pungkasnya. (Tan)

Tags

Related Articles

Close
Close