PASKREATIFPASPENDIDIKANTOKOH

Ali : Pendidikan Adalah Tempat Manusia Bertumbuh dan Menemukan Dirinya

*) Wakil ketua Yayasan Perguruan Tinggi (YPT) Pasundan

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Ada pepatah yang mengungkapkan bahwa dengan seni hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan agama hidup menjadi terarah, yang semuanya itu tak lepas dari proses pendidikan.

“Pendidikan menjadi hal yang sangat penting, bagaimana ia dapat menjadi tempat bagi seorang manusia untuk bertumbuh dalam menemukan dirinya sendiri. Sebab dalam pendidikan ada aspek kognisi, afeksi dan psikomotorik yang terus dibina agar menumbuhkan pola pikir yang baik dan karakter yang berakhlak mulia,” ujar Wakil ketua Yayasan Perguruan Tinggi (YPT) Pasundan, Prof. Dr Ali Anwar Yusuf M.si kepada Pasjabar, belum lama ini.

Dunia pendidikan, lanjut Prof Ali pada akhirnya ia jejaki sebagai upaya untuk bisa berperan dalam memberikan manfaat atau kebaikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

“Memang sejak saya kecil, saya ingin menjadi seorang guru. Dahulu saya melihat bahwa sosok guru adalah pribadi yang menawan, baik, digugu dan ditiru. Dalam proses perkuliahan minat mengajar terus dikembangkan hingga akhirnya saya menjadi dosen dan guru besar,” terangnya

Pria kelahiran Garut, 15 Februari 1962 ini pun menamatkan pendidikan S1nya IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fakultas Ushuluddin jurusan Dakwah tahun 1987, Menamatkan S2 UNPAD pada jurusan Sosiologi tahun 1995, dan S3 di UNPAD pada jurusan Sosiologi tahun 2004 dan pada Januari 2009 diangkat menjadi guru besar FISIP UNPAS.

“Mengenai karier mengajar saya sendiri dimulai pada tahun1992 berawal dari staf lembaga balai pengkajian islam, dari sana dipindahkan ke kabag  BAPSI atau Biro Administrasi dan Pengembangan Sistem Informasi, sekaligus menjadi dosen PAI di FISIP UNPAS,” jelas ayah dari empat orang anak ini.

Dosen yang juga mengampu mata kuliah Sosialogi Politik, dan Pengantar Sosial Filsafat Ilmu ini pun kemudian menjabat sebagai sekertaris LPPSI selama dua periode, hingga akhirnya menjadi ketua LPPSI dan masuk anak cabang Paguyuban Pasundan yaitu menjadi ketua cabang pengurus Paguyuban Kota Bandung.

Lepas itu, ia pun terlibat dalam lembaga dakwah Paguyuban Pasundan yakni Ketua Bidang Agama pada Tahun 2010 hingga 2015. Dan sejak Tahun 2015 menjadi Wakil Ketua YPT Pasundan hingga saat ini.

“Mengajar sekaligus bergorganisasi tentu memiliki suka duka, dukanya saat terjadi bentrokan waktu antara harus mengajar, melaksanakan tugas atau ada kebutuhan pengandian dalam hal lain. Sukanya tentu banyak sekali, dunia pendidikan sudah menjadi panggilan hidup, jadi apa yang dijalani saat ini sesuatu yang disyukuri dam dinikmati,” tandasnya.

Dalam mengajar, selain pengembangan akademik, hal yang sangat fundamental adalah pembekalan ESQ, mengimani dan mengamalkan nilai-nilai keislaman, budaya sunda dan kecerdasan dalam bersosial.

“Saya juga selalu memotivasi mahasiswa untuk memiliki mental pejuang dalam hidup. Tidak mudah menyerah dan mengeluh. Tapi bangkit dan belajar dari pengalaman untuk kemudian menjadi manusia yang lebih berkembang,” tandasnya.

Pemilik motto “kebahagiaan sejati adalah saat bisa berbagi” ini pun berharap bahwa kedepannya ia dapat terus memberikan berkontribusi bagi negara dan bagi Paguyuban Pasundan, memberikan apa yang dapat diberikan seperti apa yang pernah disampaikan oleh Jhon F. Kennedy bahwa jangan bertanya apa yang bisa negara berikan untuk kita, melainkan apa yang bisa kita berikan untuk negara. (Tan)

Tags

Related Articles

Close
Close