HEADLINEPASOLAHRAGAPASPENDIDIKAN

Bantu Perbaikan, Umuh Bikin Kepala SD 106 Ajitunggal Menangis

BANDUNG, PASJABAR.COM — Kepala SD 106 Ajitunggal Dwi Windiarti dibuat menangis oleh Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar. Momen itu terjadi saat Umuh meninjau SD 106 Ajitunggal di kawasan Cijambe, Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (9/4/2019).

Dwi menangis karena terharu. Penyebabnya, Umuh menjanjikan memperbaiki berbagai kerusakaan sekolah akibat banjir bandang sepekan lalu.

“Insya Allah rezeki sudah ada yang ngatur. Ini (perbaikan sekolah) urusan pribadi saya dan nanti saya juga akan bicara dengan PT PBB (untuk memberikan bantuan), Pak Glen (Dirut PT PBB) kalau ditelepon pasti membantu,” kata Umuh.

Spontan, Dwi langsung menutup wajahnya. Tak lama kemudian, setelah tangannya diturunkan, ia terlihat meneteskan air mata dan langsung menengadahkan tangan untuk berdoa.

Ia mengucap syukur atas bantuan yang diberikan Umuh. Sebab, selama sepekan ini sekolah masih hancur berantakan. Kegiatan belajar pun terpaksa sebagian siswa ‘dipindahkan’ sementara ke SD lain dan bangunan milik warga.

“Mudah-mudahan Allah SWT membalas semua kebaikan yang sudah membantu sekolah kami,” ungkap Dwi.

Beberapa guru lainnya pun terlihat berkaca-kaca dan menangis. Mereka tak kuasa menahan haru. Sebab, sekolah yang beberapa bagiannya hancur kini akan segera diperbaiki.

Dwi pun berharap hari ini jadi momen kebangkitan bagi para siswa dan guru di lokasi. Ia berharap mereka punya semangat berlipat untuk belajar-mengajar.

Sementara itu, kapten Supardi Nasir juga menyampaikan harapan serupa. Selain itu, ia berharap semua pihak bisa memetik pelajaran dari musibah tersebut.

“Banyak ujian yang dialami orang lain yang jauh lebih berat daripada kita saat ini. Tapi saya yakin semua jajaran sekolah ini akan kuat, akan bangkit lagi. Saya yakin itu,” tutur Supardi.

Sementara dalam kegiatan, Umuh datang bersama Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono dan tiga pemain Persib. Mereka masing-masing Supardi Nasir, I Made Wirawan, dan Febri Hariyadi.

Hadirnya mereka adalah untuk menghibur dan memberi motivasi para siswa serta guru di sana. Pemberian bantuan sempat dilakukan di area lapangan yang berjarak beberapa puluh meter dari sekolah.

Rombongan pun sempat diajak untuk meninjau area sekolah yang mengalami kerusakan. Selama berada di sekitar lokasi, rombongan disambut antusias oleh siswa, guru, dan warga sekitar.

Banyak dari mereka berebut meminta bersalaman, berfoto, dan tanda tangan. Tapi, rombongan dengan ramah melayani permintaan mereka. (ors)

Tags

Related Articles

Close