HEADLINEPASPENDIDIKANTOKOH

Darta: Ingin Mahasiswa Kuat Agama, Budaya, dan Berwawasan Internasional

*)Wadek I FKIP Unpas

BANDUNG, PASJABAR.COM — Membangun mahasiswa yang kuat agamanya, kuat dalam memegang budaya sunda, dan berwawasan internasional adalah hal yang diupayakan oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (FKIP) Universitas Pasundan, Darta S.Pd M.Pd.

Ia mengungkapkan bahwa di era  tantangan global kini, bidang teknologi, informasi, dan komunikasi menjadi hal yang harus dikuasai disamping tetap memegang nilai agama dan budaya.

“Pendidikan menurut saya merupakan investasi jangka panjang, ibarat menanam pohon kelapa, yang dibutuhkan waktu lama untuk memanen buahnya,” terangnya.

Pendidikan yang diajarkan dimasa kini, lanjut Darta akan membangun generasi penerus sepuluh atau dua puluh tahun mendatang.

“Pendidikan adalah cara belajar bagaimana memanusiakan manusia, terlebih untuk FKIP bagaimana membuka wawasan agar mahasiswa mampu mengajar kepada siswa yang harus bisa hidup untuk jamannya kelak, menjadi jadi guru di masa depan,” terangnya.

Sebagai dosen pada Prodi Pendidikan Matematika, pria kelahiran Ciamis, tahun 1968 ini juga bercerita bahwa dalam mengajar ia selalu memegang prinsip bagaimana membuat mahasiswa merasa senang ketika sedang belajar, tidak dalam tekanan, kreatif, dan membuka wawasan berpikir lebih luas.

“Kreatifitas, menjadi hal yang utama, bagaimana mahasiswa bisa mengeluarkan argumentasi, mengeksplorasi berbagai sumber, dan menyelesaikan sesuatu dengan  banyak cara, begitupun dalam  pelajaran Matematika,” terang pemenang hibah penelitian multitahun dari DRPM dan penulis beberapa artikel di HU Pikiran Rakyat tentang pendidikan dan manfaat matematika ini.

Berbicara Matematika sendiri, lulusan S1 Pendidikan Matematika UNPAS tahun 1989-1994 dan S2 Pendidikan Matematika UPI tahun 2001-2004 ini ternyata menyukai bidang tersebut sejak  SMP, meskipun saat kecil ia sempat ingin menjadi seorang pegawai kantoran.

“Saat SMP dulu saya pernah bertemu dengan guru Matematika dan berbincang dengannya, kemudian ia berkata kepada saya bahwa Matematika adalah mata pelajaran yang menyenangkan, tidak neko-neko. Entah bagaimana saya sangat terinspirasi, dan sejak saat itu saya bercita-cita menjadi guru Matematika, setelah dijalani ternyata melebihi cita-citanya, yaitu jadi dosen, sebuah profesi yang menyenangkan,” ulas sulung dari dua bersaudara.

Mahasiswa S3 Pendidikan Matematika UPI ini bercerita banyak suka dan duka menjadi seorang dosen dan penikmat matematika.

Senang jika mahasiswa kreatif, memiliki kesadaran untuk belajar mandiri  menjadikannya sebagai kewajiban bukan hanya diruang kelas, tapi juga dimanapun dan kapanpun.

“Ada satu hal yang selalu saya katakan kepada para mahasiswa adalah, saya akan ridha atau ikhlas jika mahasiswa saya bisa lebih baik daripada saya,” terang suami dari Ayu Lismawati Padil  S.Pd dan ayah dari tiga orang anak.

Darta pun berharap bahwa mahasiswa juga mampu meningkatkan kompetensinya dalam bidang penalaran termasuk penelitian dan publikasinya.

Pemilik motto “Lamun keyeng pasti pareng” dan “Peupeujeuh tumanan paksakeun” ini juga berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas untuk masyarakat dalam berbagai hal yang bisa ia lakukan.

“Adapun harapan saya untuk UNPAS kedepan adalah semoga jaya selalu, semakin maju, dan menghasilkan alumni yang lebih hebat dari para dosen-dosennya, taraf nasional dan internasional” tandasnya. (Tan)

Tags

Related Articles

Close
Close