PASBANDUNG

Ditutup karena Rusak, Taman Tegalega pun Banyak Pungli

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMPengunjung Taman Tegalega mengaku kecewa, karena ternyata diminta karcis masuk sampai dua kali. Padahal dalam Perda tentang pajak dan retribusi daerah, seharusnya membayar tiket masuk hanya satu kali.

“Jadi saat masuk taman Tegalega, harus bayar karcis Rp2 ribu, setela itu waktu mau masuk ke taman lanpion ditagi lagi tiket masuk Rp1 ribu per orang,” ujar salah seorang pengunjung Taman Tegalega, Yeni Apriani, belum lama ini.

Yeni mengaku, datang ke Taman Tegalega memang ingin melihat langsung taman lampion. Di mana terdapat banyak lampion berbentuk dinosaurus. “Waktu saya lihat ke sana, memang ada beberapa atung yang sudah ditambal. Sepertinya sudah rusak,” tambah Yeni.

Melihat konidisi Taman Tegalega, Yeni berharap banyak yang harus dibenahi. Salah satunya mengenai ketersediaan tempat smapah yang sangat minim. Selain itu, Yeni berharap PKL nya ditata agar lebih terlihat rapih.

Terkait tiket masuk, Yeni berharap ada keterangan dan ketegasan dari Pemkot Bandung. “Memang kalau kita lhat uang Seribu, dua ribu tidak besar. Tapi kalau dari diminta kepada semua pengunjung, ya besar juga,” harap Yeni.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadan Darmawan mengatakan, tarif resmi masuk Taman Talega adalah Rp1 ribu. “Hanya sekali bayar masuk Taman Tegalega, dan hanya Rp1 ribu,” tegas Dadang.

Karenanya, lanjut Dadang, kepada pengunjung Taman Tegalega, dianjurkan untuk meminta karcis kepada petugas.

Ditanya mengenai petugas yang meminta karcis lebih dari harga yang seharusnya, Dadang mengakui ada oknum yang melakukan hal itu.

“Jadi nanti, kalau ada yang minta bayar lagi tinggal menunjukan karcis masuk tadi,” kata Dadang.

Dadang juga mengakui, sekarang Taman Lampion sedang masa perbaikan, sehingga ditutup hingga Jumat (14/6/2019).

“Karena banyak ornamen di Taman Lampion yang rusak. Seperti lampu dan pagar yang mengelilingi Lampion dinosaurus,” paparnya.

Meski demikian, Dadang menjelaskan, Pemkot Bandung tidak menderita kerugian lantaran kerusakan masih ditanggung pengembang. “Kan diresmikannya juga belum ada satu bulan. Jadi masih tanggungjawab pengembang,” pungkasnya. (put)

Tags

Related Articles

Close