HEADLINEPASKREATIFPASPENDIDIKANTOKOH

Dudung : Pendidikan Adalah Media Untuk Mengubah Pola Pikir dan Sikap Mental

*)Ketua STIE Pasundan Bandung

BANDUNG, PASJABAR.COM — Pendidikan pada dasarnya bukan hanya sekedar proses belajar mengajar untuk mentransfer ilmu saja. Lebih dari itu pendidikan adalah media untuk mengubah pola pikir manusia menjadi lebih bijaksana, bertanggung jawab dan dapat menyelesaikan permasalahan.

Begitu ungkap Ketua STIE Pasundan Bandung, Dr. Dudung Juhana MM, saat mengulas tentang makna pendidikan yang ia hayati sejak 33 tahun berkecimpung di bidang pendidikan.

“Pendidikan dapat dikatakan berhasil jika dapat mengubah sikap mental peserta didiknya. Sikap mental atau pola pikir ini jugalah yang membedakan karakteristik dari orang yang berpendidikan dan tidak. Seseorang bisa saja lulus S3, namun jika karakternya buruk maka pendidikan akademiknya tidak berhasil,” tandasnya.

Oleh sebab itu, sebagai ketua disebuah perguruan tinggi sekaligus dosen, pria kelahiran Bandung, 8 Mei 1957 ini juga berupaya menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan daya juang mahasiswanya dalam menjalani hidup.

“Salah satu hal yang saya terapkan ke dalam diri mahasiswa adalah aspek kejujuran, karena hal tersebut merupakan sesuatu yang fundamental dalam diri seseorang. Saya selalu menyampaikan kepada mahasiswa bahwa kita boleh salah, tapi kita tidak boleh berbohong. Implikasi dari nilai kejujuran adalah dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan agar mereka terlatih jujur dan memiliki tanggung jawab dan amanah dalam mengemban sesuatu,” paparnya.

Berbicara tentang  pengalaman mengajar, ayah dari tiga orang anak ini juga bercerita bahwa menjadi seorang guru adalah panggilan hidupnya sejak kecil.

“Saya lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga guru, terlebih saya juga berkuliah di Universitas Pendidikan sehingga mulai tertanam kenyamanan untuk menjadi tenaga pendidik. Dari sejak mahasiswa hingga kini, saya mengabdikan diri pada bidang ini,” ulasnya.

Lulusan doktor di UNPAS pada Program Managemen konsentrasi Bidang Pemasaran tahun 2011 ini juga merupakan lulusan S1 UPI Program Studi Pendidikan Ekonomi Perusahaan, S2 UPI Pasca Magister Administrasi Pendidikan dan S2 STIE Pasundan pada Magister Managemen.

Dudung sendiri mengajar untuk pertama kali di SMP Pasundan 6 saat masih menjadi mahasiwa kemudian setelah lulus mengajar di SMA Galuh Ciamis, hingga akhirnya diangkat menjadi PNS pada tahun 1986 dan ditugaskan di Universitas Galuh, menjabat sebagai  Sekertaris kemudian Ketua Jurusan Pendidikan Dunia Usaha.

“Pada  tahun 2005 saya ditugaskan ke STIE Pasundan, sebelum diangkat menjadi ketua STIE Pasundan di Tahun 2015, saya sempat menjadi kepala Tata Usaha, dan Wakil Ketua 1 Bidang Akademik,” terangnya yang juga mengampu mata kuliah metodologi penelitian dan Managemen Pemasaran.

Dudung juga bercerita bahwa menjadi pendidik memberikannya banyak pengalaman dan kepuasan tersendiri.

“Menyenangkan rasanya menghadapi berbagai karakter mahasiswa, sehingga saya bisa belajar juga untuk memposisikan diri saat mengajar,” lanjutnya.

Disamping itu, Ia juga merasa bahagia kala melihat anak didiknya tumbuh menjadi orang sukses dan memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Seringkali saat pergi kemanapun bahkan ke luar pulau saya bertemu dengan mahasiswa saya dulu, mereka yang bekerja di bebagai profesi, sehingga memberikan relasi yang baik dan merasa tenang dimanapun,” tandasnya.

Pemilik motto hidup menjaga suasana hati tetep nyaman ini juga sempat mengulas bahwa ia berharap kedepannya pendidikan di Indonesia akan semakin  maju dan dapat melahirkan lulusan dengan pola pikir yang matang dan bijaksana.

“Harapan pribadi saya untuk STIE Pasundan adalah semoga kelak bisa lebih baik lagi, eksistensinya terus terjaga dan semakin berkiprah di dunia perguruan tinggi,” pungkasnya. (Tan)

Tags

Related Articles

Close