PASBANDUNG

Kecelakaan di Bandung Masih Didominasi Motor

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMSetelah bertahun-tahun mengadakan sosialisasi dan edukasi oleh Bomber Philantropies Initiativ For GlobAl Road Safety (BIGRS), ternyata jumlah kecelakaan lalulintas di Kota Bandung masih didominasi pengendara kendaraan roda dua.

“Berdasarkan catatan kami, 68% kecelakaan di Kota Bandung adalah sepeda motor,”  ujar Enforcement Assistant pada Bloomberg Philantropies Initiative for Global Road Safety (BIGRS) Kota Bandung, Johan Ramadhan, Kamis (22/8/2019).

Johan menambahkan, selama melakukan edukasi dan penelitian di Kota Bandung, BIGRS memulai dengan sosialisasi pentingnya menggunakan helm dengan klik helm. “Program ini dilakukan pada 2016,” tambah Johan.

Tahun selanjutnya, diteruskan dengan launching penggunaan sabuk pengaman. Setelah itu, pada 2018, disosialisasikan dengan spending.

“Di sini disosialisasikan berapa batas minimal dan batas maksimal mengendarai kendaraan,” tambahnya.

Menurut Johan, meskipun di Kota Bandung sering terjadi kemacetan, namun justru hal itu yang memicu pengendara tancap gas saat ada kesempatan.

“Hal-hal yang seperti itulah yang kemudian memicu terjadinya Kecelakaan lalulintas,” terang Johan.

Pada 2019, berdasarkan hasil penelitian, ternyata yang dibutuhkan oleh Kota Bandung adalah pendalaman sosialisasi mengenai penggunaan helm dan klik helm.

“Pasalnya, hampir 90 % pengguna helm tidak mengencangkan tali yang ada di lagunya (klik helm,red). Sehingga, mereka hanya menggunakan helm saja, namun tidak kencang,” paparnya.

Hal ini yang mengakibatkan ketika terjadi benturan, kepala tetap terluka. Selain itu, melihat data yang dikumpulkan, pengguna kendaraan bermotor roda dua yang mengalami kecelakaan, kebanyakan berusia 15 tahun – 24 tahun.

“Sehingga, banyak pengendara motor baru, yang belum mendapatkan edukasi,” tambahnya.

Karenanya, BIGRS berpendapat, bahwa sosialisasi klik helm ini perlu dilanjutkan dan dilakukan penekanan lebih lanjut. (Put)

Tags

Related Articles

Close
Close