HEADLINEPASKREATIFPASPENDIDIKAN

Mahasiswa STKIP Pasundan Cimahi Ini Iangin Kerja Ikhlas, Totalitas dan Berkualitas

CIMAHI, WWW.PASJABAR.COMMemiliki motto “Kerja Ikhlas, Totalitas dan berkualitas” adalah motto dari mahasiswa STKIP Pasundan Cimahi, Muhamad Ramdhan Aditya atau yang akrab disapa Adit atau Ramdhan.

Oleh karena itu, mahasiswa STKIP  Pasundan Cimahi  Jurusan PJKR, semester VII ini pun selalu menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan yang membangun. Selain sibuk dengan kegiatan perkuliahan untuk menyelesaikan studi S1 dan sedang menjalani masa KKL (Kuliah Kerja Lapangan) dan BEM STKIP Pasundan sebagai Presiden Mahasiswa STKIP Pasundan Periode 2018-2019.

Adit juga bercerita bahwa ia mengikuti kegiatan di dunia Paskibra di kampungnya yaitu di Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Sebab ia memiliki perjalanan yang cukup panjang dengan dunia paskibra dan sangat cinta dengan paskibra.

“Adapun hobi saya adalah ada dalam semua jenis kegiatan olahraga mulai dari sepakbola, bulutangkis, futsal, renang, running, tenis meja, bola voli, basket dan lainnya, karena selain menyehatkan tubuh, dengan berolahraga bisa membuat senang, bahagia dan merehatkan sejenak pikiran akan permasalahan yang ada,” tandas pemuda yang lahir di Garut, 10 Januari 1997.

Pemilik prinsip hidup memberikan yang terbaik kapanpun dan dimanapun kamu berada, ini juga berharap mampu mencapai target yang sudah direncanakan sejak lama, dan berharap semua upaya yang dilakukan bisa menciptakan goresan senyuman di raut wajah kedua orang tuanya.

“Adapun cita-cita saya saat kecil hingga kini, masih terobsesi dengan TNI, inginnya menjadi salah satu bagian dari putra terbaik bangsa, namun sayangnya, cita cita itu harus dikorbankan setelah pergelangan tangan kiri mengalami cedera saat bermain sepakbola. Namun tak patah arang, selain terobsesi dengan TNI saya juga sangat mencintai dunia olahraga terutama sepakbola, alhamdulillah setelah mengikuti pelatihan Wasit Sepakbola, saat ini saya akan fokus menjadi wasit Sepakbola Professional dan semoga bisa mencapai tingkat paling tinggi yaitu menjadi Wasit FIFA, sebagaimana Dosen di STKIP Pasundan Cimahi yang selalu menjadi inspirasi dalam dunia perwasitan sepakbola. Yaitu Pak Bangbang Syamsudar yang sudah mencapai Wasit FIFA dan seringkali memimpin pertandingan laga antar negara,” paparnya.

Selain kedua cita cita itu, Adit juga berkata bahwa terkadang terbesit juga dalam pikiran bahwa ia juga ingin menjadi dosen khususnya yang mendalami bidang keilmuan olahraga. Selain sepakbola, ia juga sudah mengikuti penataran wasit Badminton dan diharapkan ia dapat konsentrasi di bidang itu, yang akan dijalani dengan target yang sama, yaitu menjadi wasit Go Internasional dan membanggakan keluarga, bangsa dan negara. Ia berharap semoga ada jalan dan semoga cita-cita yang diimpikan bisa terwujud di masa depan.

“Ada hal yang menarik ketika membicarakan tentang prestasi, sejak dulu memang saya tidak pernah mencapai prestasi sebagai peserta lomba seperti pada umumnya, tidak pernah juara 1 di kelas, tidak pernah juara 1 di bidang olahraga yang saya gemari, tidak pernah juara di lomba sains dan lain-lain. Namun, kata prestasi bagi saya bukan hanya sebatas raihan itu saja, ada banyak hal lain yang bisa disebut sebagai prestasi diri sendiri karena telah berhasil mencapai suatu titik yang tidak banyak orang lain dapatkan, semisal diantaranya  Menjadi ketua OSIS SMP tahun 2010-2011 dan menjadi koordinator satuan PASKIBRA SMA tahun 2013-2014,” terangnya.

Disamping itu penfavorit warna putih, hijau, biru dan penyuka makanan pedas khususnya bakso ini juga pernah  Menjadi Koordinator Pelatih Paskibra Kecamatan tahun 2014, Menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Olahraga STKIP Pasundan periode 2017-2018 dan Menjadi bagian dari wasit professional sepakbola dan badminton serta menjadi Presiden Mahasiswa STKIP Pasundan periode 2018-2019.

“Mengenai tokoh idola saya adalah  eyang Habibie atau Baharudin Jusuf Habibie, karena beliau adalah tokoh yang memiliki keunggulan dibanyak aspek, mulai dari segi keilmuan, beliau sangat mumpuni, tidak ada yang menyangkal keilmuan beliau. Disisi lain, dari segi perjuangan kehidupannya, beliau sangat menginspirasi banyak anak bangsa, bagaimana perjuangan sebagai anak bangsa yang beliau lakukan untuk memberikan karya terbaik bagi bangsa ini, patut ditiru oleh kita semua selaku generasi pembangun bangsa ke depan. Selain itu dalam segi romansa kehidupannya beliau juga sangat bisa dijadikan panutan, sebagaimana kisah beliau bersama Ibu Ainun (Almh) menginspirasi banyak orang, banyak puisi yang beliau buat, banyak karya yang beliau berikan bagi bangsa dan banyak hal lain yang bisa dijadikan contoh dari beliau sebagai anak terbaik bangsa,” sahutnya antusias.

Pemilik tinggi 171 CM ini juga berkata bahwa ia banyak terinspirasi dari setiap orang dilingkungan dimanapun ia berada selalu menginspirasi dirinya, karena pada dasarnya ia harus bisa belajar banyak hal dari apapun. Selalu belajar dan berproses dari lingkungan sekitar menjadikan kita sadar bahwa kehidupan dimasa mendatang harus dipersiapkan sedini mungkin, dan dimanapun ia berada, selalu ada orang hebat yang senantiasa menginspirasi setiap hari yang ia lalui bersama mereka.

“Adapun makna hidup yang saya hayati adalah menjadi bermanfaat kapanpun dan dimanapun kita berada, sebagai bentuk upaya dalam mencapai tingkat paling baik sebagai manusia, yaitu sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama” terang bungsu dari dua bersaudara.

Adapun yang membuat Adit selalu bersemangat adalah kedua  orangtua yang harus ia bahagiakan dan ada target masa depan yang harus dicapai.

“Saya tidak boleh lengah dan tidak boleh menyerah. Gagal ?coba lagi, karena saya percaya bahwa kegagalan adalah bagian dari proses mencapai kesuksesan sebagian besar dari tokoh-tokoh diluaran sana mengalami kegagalan sebelum mencapai titik kesuksesannya. Jadi Mari berdamai dengan kegagalan dan yang paling penting adalah seberapa cepat kita mampu bangkit dari kegagalan yang dialami,” pungkasnya. (Tan)

Tags

Related Articles

Close