HEADLINEPASPENDIDIKANTOKOH

Olih : Bangun Mahasiswa Dengan Kesungguhan dan Kerja Keras

*)Wakil Ketua III STKIP Pasundan

CIMAHI, PASJABAR.COM – Bagi Wakil Ketua III STIKP Pasundan, Akhmad Olih Solihin membangun mahasiswa STKIP Pasundan dengan kesungguhan dan kerja keras. Hal itu dikarenakan Olih lahir dari keluarga yang menggeluti dunia bela diri.

Akhmad Olih Solihin yang kerap disapa Olih ini tertarik dengan olah raga sejak kecil. Oleh karenanya ia cukup bertekat “Keluarga saya memiliki perguruan silat, oleh sebab itu sejak kanak-kanak saya hobi berenang, dan juga sepak bola,” ulasnya.

Terlebih sejak tahun 1999 ia berkuliah di UPI jurusan kepelatihan dan menjajaki semua cabang olah raga.

Dari sana ia termotivasi untuk menjadi seorang atlit dan melihat bahwa potensi dari olah raga  dayung sangat baik, sehingga pada tahun 2000 ia fokus pada bidang tersebut.

“Usai lulus dari UPI, pada tahun 2004 saya menjadi staf pengajar di STKIP Pasundan, juga aktif menjadi atlit, pelatih dan wasit sekaligus,” terang pria kelahiran Cimahi, 22 Februari 1981

Dalam mendidik, Olih pun berusaha menerapkan kedisiplinan disamping menggali  bakat dan minat mahasiswa dalam olah raga seperti futsal, footbal, Hockey dan lainnya.

Tak lupa, setiap mahasiswa pun diarahkan kedepannya untuk menjadi seorang atlit, pelatih ataupun wasit.

Fokus, ide gagasan dan konsistensi untuk memajukan STKIP Pasundan membuatnya diamanahi menjadi Wakil ketua III Bidang Kemahasiswaan STKIP Pasundan Cimahi periode 2018-2022.

“Saya memiliki prinsip sekaligus hal yang saya ajarkan kepada mahasiswa bahwa bukan anak olah raga, jika tidak menjadi atlit, pelatih dan wasit sementara itu untuk mahasiswa PKN dan bahasa inggris ada jargon dengan prestasi olah raga, meningkatkan kesejahtraan kita, hal ini menjadi motivasi mahasiswa,” tandasnya.

Untuk meningkatkan prestasi olah raga, mahasiswa juga  melaksanakan latihan yang konsisten baik di UKM, klub universitas atau tempat lainnya. Sehingga kompetensi akan terbentuk.

“Selain kesungguhan, hal lain yang saya tekankan kepada mahasiswa adalah kerja keras. Karena usaha yang maksimal akan berbuah hasil terbaik,” ucap pemilik motto hidup sekali melangkah haram kebelakang.

Menjadi pendidik, bagi Olih juga merupakan sebuah perjalanan yang membanggakan dan membahagiakan dengan segala lika likunya.

“Menyenangkan rasanya, seakan memiliki lebih banyak teman dan saudara. Dekat dengan mahasiswa membuat saya paham apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Meski terkadang ada masalah, namun saya menikmati proses tersebut dan mengambil hikmah disana,” tambah ayah dari tiga orang anak ini.

Kedepannya Olih juga berharap  bisa terus berperan semakin baik dalam memajukan STKIP Pasundan, mampu meningkatkan kualitas mahasiswa serta menumbuhkan dan menambah UKM untuk menampung minat dan kreatifitas mahasiswa.

“Baik saat menjabat atau tidak saya ingin tetap memberikan yang terbaik bagi STKIP Pasundan Cimahi, tempat dimana saya belajar, mengajar dan mengeksplorasi pengalaman,”  tandas bungsu dari 6 bersaudara menutup perbincangan. (Tan)

Tags

Related Articles

Close