HEADLINEPASNUSANTARAPASPENDIDIKAN

Pakar Komunikasi Unpas Sebut Wajar PDIP Minta Jatah Kursi Banyak

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMPermintaan Megawati dalam Kongres PDIP di Bali agar PDIP memperoleh jatah kursi lebih banyak dianggap wajar oleh Pakar Komunikasi Politik Universitas Pasundan (Unpas), Dr H Deden Ramdan MSi.CICP.DBA.

Dosen Pascasarjana Unpas itu menyebutkan, jika pernyataan Megawati dalam Kongres PDIP di Bali adalah hal yang wajar, “Karena memang sejatinya tujuan partai adalah memperoleh kekuasaan dan menempatkan kader-kadernya dalam jabatan politik,” ujarnya.

Meski demikian, Deden mengatakan yang paling penting adalah bagaimana postur kabinet Jokowi Jilid II diisi oleh orang – orang dari partai maupun non partai yang mumpuni.

“Jadi mereka yang secara kapasitas dan kapabilitas mampu dengan prinsip : The Right Man On The Right Place ,The Right Man On The Right Place, yang mampu membantu Presiden Jokowi dalam mewujudkan Visi dan Misinya,” tegasnya.

Pengamat Komunikasi Politik, Dr H Deden Ramdan MSi.CICP.DBA (ist)

Dalam pidato tersebut Megawati menyampaikan jika PDIP harus memperoleh lebih dari empat kursi bahkan harus terbanyak di banding yang lainnya. Meski diucapkan secara becanda, namun banyak yang menganggap jika itu memang benar-benar yang diinginkan PDIP.

Salah satu kelakar Megawati yang dilontarkan adalah soal komposisi “jatah” menteri bagi PDIP di kabinet mendatang.

Awalnya Megawati bercerita bahwa pada era pemerintahan Presiden SBY, dirinya sempat ditawari delapan menteri bagi PDI Perjuangan, namun Mega menolaknya.

“Saya bilang enggak mau. Lalu anak-anak (kader) ada yang menggerutu. Katanya ‘ibu anak-anak susah berjuang’. Saya bilang ‘kalau lo kepingin jadi menteri, keluar dari PDIP, nggak pake e e e,” kata Megawati.

Dia lalu mengatakan hal berbeda terjadi di era Presiden Jokowi. Di era pemerintahan Jokowi, kata Mega, PDIP harus mendapat pos menteri yang banyak.

“Kalau pak Jokowi (presidennya) mesti banyak (menteri PDIP), kita kan pemenang dua kali. Jangan nanti (pak Jokowi bilang) ‘PDIP sudah banyak kemenangan, sudah ada di DPR, nanti saya kasih cuma empat’, ya emoh, tidak mau, tidak mau, tidak mau. Orang yang tidak dapat saja minta. Horeee,” seloroh Mega.

Pernyataan Mega itu mengundang tawa seluruh peserta kongres. Presiden Jokowi juga tampak tertawa lepas mendengar pernyataan Megawati itu.

Megawati lalu melanjutkan pernyataannya, “Ini dalam kongres partai bapak Presiden, saya minta dengan hormat, PDIP akan masuk dalam kaninet dengan jumlah menteri yang harus terbanyak. Saksikan ya. Sip,” kata Mega sambil mengacungkan dua jempol dan tertawa, serta tubuhnya bergoyang-goyang ke kiri dan ke kanan.(*/tie)

 

 

Tags

Related Articles

Close