PASBANDUNGPASBISNIS

Pembayaran Museum Bandung Nunggak Lebih Setengah Miliar

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMPengerjaan display grafis Museum Kota Bandung sudah selesai dikerjakan, namun hingga kini pembayaran masih menunggak.

“Pengerjaan sudah selesai sejak Desember 2018 lalu,” ujar Salah satu vendor yang mengerjakan pembuatan display grafis dan mural untuk interior museum, Chafid Yoedawinata, Selasa (11/6/2019).

Chafid mengatakan, pihaknya  masih menunggu sisa pembayaran dengan total mencapai Rp575 juta.

Menurut Chafid, pihaknya baru menerima dana sebatas uang muka senilai Rp 331 juta dari total pekerjaan senilai Rp 906 juta.

“Janjinya pembayaran selalu mundur, dan tidak ada kejelasan sampai saat ini. Tidak ada perkembangan berita sejak April 2019. Setiap ditagih selalu beralasan belum ada dana dari Pemkot Bandung,” papar Chafid.

Chafid mengaku mendapat pekerjaan dari Tim Museum Kota Bandung untuk mengerjakan pembuatan display grafis pada Desember 2017. Pekerjaan pembuatan display grafis tahap I di area dinding ruang pamer bangunan museum lama (cagar budaya) dan bangunan baru itu untuk diisi panel grafis yang berisi sejarah Kota Bandung serta tokoh- tokoh Bandung.

Meskipun tugas itu sewajarnya dikerjakan minimal 6 bulan, tetapi bisa diselesaikan dalam waktu 2 minggu untuk mengejar pembukaan museum pada akhir 2017. Berdasarkan info dari tim museum ternyata pembukaan ditunda. Selain itu beberapa vendor lain masih belum menyelesaikan pekerjaannya.

Perjanjian kontrak di atas materai dengan nilai pekerjaan Rp 431 juta itu dilakukan pada 14 Desember 2017. Ia dijanjikan pelunasan pada saat setelah tanda tangan kontrak. Akan tetapi, pelunasan itu mundur. Baru pada Januari 2018 uang muka masuk dengan dicicil pada 2 Januari dan 26 Januari senilai Rp 181 juta.

“Sisanya dibilang besok, besok terus, mundur, mundur terus. Padahal pembayaran di Januari juga sudah termasuk ke luar dari kontrak. Sampai sekarang yang tahap I itu belum dibayar,” ujarnya.

Pada 23 Februari 2018, kata Chafid, barang produksi tahap I diminta Tim Museum Kota Bandung agar segera dikirim karena akan ada audit dari dinas. Padahal barang produksi tersebut belum lunas.

Penagihan pun terus dilakukan setiap bulan. Pada awal September 2018, Tim Museum menawarkan pekerjaan baru dengan alasan agar pelunasan proyek sebelumnya bisa dibayar sekaligus. Pekerjaan pembuatan display grafis dan mural tahap II itu berupa tambahan pembuatan dinding display grafis dan pembuatan dinding mural di lobby utama gedung lama senilai Rp 475 juta.

Chafid mengatakan, tawaran itu sempat ditolak karena pembayaran tahap 1 juga belum selesai. Namun, uang muka tahap II Rp 150 juta langsung ditransfer pada 5 September 2018. Berbeda dengan 4 kali transfer tahap I yang menggunakan rekening pribadi, kali ini pembayaran uang muka tersebut diterima dari Lalu Lintas Giro dari Bank Jabar Banten Museum Sejarah BDG. Akhirnya, kata dia, kontrak pekerjaan ditandatangani pada 14 september 2018.

Tahap II selesai hanya seminggu setelah kontrak, atau sebelum rencana pembukaan akhir Desember 2018. Chafid yakin betul semua dikerjakan sesuai permintaan. Ia kembali dijanjikan pembayaran lunas pada November 2018.

“Namun, pelunasan itu kembali mundur hingga April 2019, dengan janji akan dibayarkan dengan dana dari APBD 2019,” tuturnya.

Hingga saat ini total sisa pembayaran Rp 575 juta belum ia terima. Ia meminta Pemerintah Kota Bandung segera mengambil langkah agar masalah itu tidak berlarut. “Kami sudah capek terus menagih selama dua tahun. Kami berharap Pemkot Bandung menaruh perhatian pada persoalan yang kami hadapi,” tuturnya. (Put)

Tags

Related Articles

Close