PASBANDUNG

Pemkot Bandung Tak Sanggup Kerjakan Drumpori Masif

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMPemerintah Kota Bandung mengaku jika pihaknya belum sanggup kerjakan drumpori secara masif, karena terbentur anggaran pengadaan barang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Didi Ruswandi.

“Untuk membuat satu titik drum pori, dibutuhkan sekitar Rp1,2 juta. Tapi itu kalau semua bahan dan peralatan baru, dan harus dibayar,” jelas Didi, kemarin.

Karenanya, Didi menyarankan kepada warga untuk menggunakan sumber daya yang tersedia, sehingga bisa menghemat biaya.

Misalnya, untuk penggunaan drum, bisa menggunakan drum bekas. Selain itu bisa dilakukan dengan swadaya, sehingga dalam pengerjaan tidak perlu membayar jasa tukang. Di tahun pertama peluncuran program ini,lanjut Didi, sebenarnya pihaknya hanya menargetkan pembuatan di 650 titik. “Tapi Alhamdulillah sekarang sudah ada 700 titik,” katanya.

Semua bisa tercapai, karena dalam pengerjaannya DPU menggunakan beberapa bahan bekas. Seperti drum, yang digunakan merupakan drum bekas.

“Selain itu, di beberapa titik ada yang dilakukan dengan cara swadaya masyarakat,” terangnya.

Ke depan, Didi mengatakan, program ini akan dibantu kewilayahan, dengan menggunakan dana PIPPK. Jika semua berjalan lancar, Didi mengatakan target pembuatan drumpori pada 2020 bisa mencapai 15 ribu titik.

“Untuk 2020, sebetulnya target kita 1.400 titik. Tapi LPM mengatakan bisa membuat 10 titik di setiap RW di Kota Bandung dengan menggunakan dana PIPPK. Jadi bisa membuat sekitar 15 ribu titik,” paparnya.

Didi sendiri berharap masyarakat bisa termotivasi untuk membuat drumpori ini, karena pihaknya sudah memberi contoh. “Kalau masyarakat sudah tahu manfaatnya, saya berharap mereka termotivasi dan mau untuk membuat drumpori,” terangnya. (Put)

Tags

Related Articles

Close
Close