PASPENDIDIKAN

Penggiat IT Devcussion 3.0 Bahas Masa Depan Website

BANDUNG, PASJABAR.COM — Perusahaan penyedia layanan web-hosting, Niagahoster untuk pertama kalinya menyelenggarakan acara rutinnya Devcussion 3.0 di Kota Bandung, beberapa waktu lalu di BLOCK71 Bandung di Jln. Ir. H. Djuanda No. 108, Lebakgede, Coblong, Bandung.

Setelah sukses mengadakan Devcussion 1.0 dan 2.0 di Kota Yogyakarta, kali ini  Kota Bandung dipilih karena melihat bisnis lokal yang berkembang cukup pesat.

Selain itu, Kota Bandung juga memiliki banyak komunitas dan pegiat IT yang secara aktif berkontribusi untuk pemanfaatan teknologi bagi masyarakat.

Jelang tahun 2019, Niagahoster membawakan tema Devcussion yang berbeda dari acara sebelumnya. Mengusung “Top Trends that Define Website’s Future in 2019”, Niagahoster mengajak para pelaku bisnis, web-professional, web-agency, dan pegiat IT mendiskusikan tren-tren pembuatan dan pengembangan website di tahun yang akan datang.

Mengundang pembicara dari berbagai latar belakang, Devcussion 3.0 ingin membahas website di masa depan dari berbagai kacamata, baik dari sisi development maupun market. Pembicara yang hadir;

Wanandi Kartawinata (ex-digitalmarketer.id, CEO top.co.id, pakar digital marketing), Nasir Anas (Trainer Gapura Digital, SEO Specialist), Wayan Cahyono (Product Manager Niagahoster), PeterJ. Kambey (Ketua PHP Indonesia).

Jumlah website yang terdaftar di dunia semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Pada tahun 2018, terdapat kurang lebih 1,89 milyar website di seluruh dunia. Peningkatan jumlah website ini sejalan pula dengan inovasi teknologi lain, seperti kecerdasan buatan, cloud computing, dan media sosial. Diantara opsi pilihan kanal digital yang semakin berkembang ini, masihkah website dapat diandalkan sebagai media go online untuk bisnis di masa depan?

“Di Indonesia, perilaku pasarnya adalah mencari barang secara online dulu baru berbelanja. Oleh karena itu di tahun 2019, maksimalkanlah kehadiran online itu tidak hanya di sosial media, tetapi juga dengan website. Jadi orang ‘nge-search’ di Google langsung bisa ketemu toko Anda.” pembicara Devcussion 3.0 sekaligus pakar digital marketing, Wanandi Kartawinata.

Pada acara Indonesia Digital Economy Summit 2018, Kominfo mengatakan saat ini penetrasi internet di Indonesia cukup tinggi yaitu mencapai 55%, namun belum banyak bisnis yang

memanfaatkan hal ini untuk hadir di dunia maya. Padahal dengan pemanfaatan teknologi yang maksimal, pendapatan bisnis dan UMKM dapat meningkat hingga 38% secara umum dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional 2%.

Kendala bisnis dalam go online sebagian besar terletak pada pemahaman teknis. Niagahoster Devcussion hadir sebagai wadah bagi para pelaku bisnis dan pegiat IT untuk bertemu dan membahas website sebagai sarana go online. Beberapa peserta yang hadir berasal dari web-agency dan komunitas IT yang menjadi jembatan bisnis dan UMKM untuk meraih kesuksesan online.

CEO Niagahoster Ade Syah Lubis mengungkapkan bahwa membahas website dari sisi pengembangan dan market sangatlah menarik. Terutama untuk para pegiat IT dan web agency yang hadir. Acara ini dapat membantu para web professional untuk lebih mengenal karakter klien mereka di Indonesia.

Pada sesi kedua Devcussion 3.0, pembicara memberikan data dan prediksi tren pengembangan website yang harus dilakukan di tahun depan.

Melihat tren website di 2019 sama dengan berkaca pada perilaku masyarakat digital Indonesia di tahun ini. Dalam pemaparan Wayan Cahyono, Product Manager Niagahoster, pengguna smartphone di Indonesia di tahun 2018bsudah mencapai 103 juta orang.

Mengacu pada data ini, website yang ramah bagi pengguna smartphone atau mobile-friendly yang diproyeksikan harus banyak dikembangkan di tahun 2019.

“Kecepatan akses website, efisiensi tampilan, dan integrasi dengan berbagai channel seperti sosial media dan aplikasi chatting, kesatuan inilah yang menjadikan sebuah website optimal dan banyak diminati oleh masyarakat di tahun-tahun kedepan.” pungkas Wayan Cahyono, Product Manager Niagahoster. (Tan)

Tags

Related Articles

Close