PASDUNIAPASKREATIFPASPENDIDIKAN

Prof MIT Amerika Serikat Paparkan Pemanasan Global di Unpad

BANDUNG, PASJABAR.COM –  Direktur Environmental Solutions Initiative Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, Prof. John E. Fernandez, menyampaikan pemanasan global saat ini telah menjadi perhatian sejumlah negara.
Hal tersebut diungkapkan Jhon saat memberikan kuliah umum bertajuk “Human, Cities, and Environment” di hadapan sivitas akademika Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (16/11/2018).
Prof. John menyampaikan pemanasan global saat ini telah menjadi perhatian sejumlah negara. Perhatian ini salah satunya diwujudkan dengan adanya  “Kesepakatan Paris” (Paris Agreement), suatu bentuk komitmen sejumlah pemerintah negara untuk mengurangi ancaman perubahan iklim.
Berbagai kota besar di dunia juga banyak berbenah mengatasi dampak pencemaran lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, Prof. John memaparkan bagaimana kota-kota besar dunia berupaya untuk mengurangi emisi karbon serta dampak urbanisasi besar-besaran.
“Populasi kaum urban akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Peningkatan ini 90% terjadi di negara berkembang,” kata Prof. John.
Sebagai akademisi, Prof. John banyak berkontribusi dalam pengurangan pemanasan global di beberapa wilayah. Di MIT sendiri, Prof. John memimpin proyek “MIT Urban Metabolism”. Proyek ini merupakan studi analisis aliran material dan energi yang timbul dari kegiatan perkotaan serta proses bigeokimia regional dan global.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan anatar produksi energi dan konsumsi energi di kota besar.
“Urban Metabolism Group ini melibatkan peneliti multidisiplin yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi,” kata Prof. John.
Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad Prof. Dr. Hendarmawan. Dalam sambutannya, Prof. Hendarmawan berharap ada pengalaman dan pembelajaran Prof. John yang bisa diambil untuk diterapkan di Indonesia.
Rektor Unpad, Prof. Dr. med Tri Hanggono Achmad, dr mengungkapkan bahwa kuliah umum ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program percepatan pengendalian pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, yang juga mensukseskan program Citarum Harum yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.
“Sebagai sungai terpanjang di Tatar Pasundan sungai ini memiliki nilai sejarah, ekonomi dan sosial. Namun sejak tahun 2007 menjadi sungai yang memiliki tingkat pencemaran yang tinggi di dunia, padahal jutaan orang tergantung hidupnya, dengan 500 pabrik berdiri disekitar alirannya, 3 waduk PLTA dan penggundulan hutan di hulu,” terangnya.
Pencemaran ini pun berasal dari limbah masyarakat  dan pertumbuhan volume sampah yang tidak terkelola dengan  baik, hal tersebut juga diperparah dengan terbatasnya tempat pembuangan akhir (TPA).
Kini, masalah sungai Citarum tidak hanya mendapatkan perhatian nasional namun juga internasional yang perlu diselesaikan bersama dengan komprehensif. Kolaborasi internasional di bidang akademik dan riset menjadi kunci dalam menanggulangi hal ini.
“UNPAD Menyambut baik kehadiran Prof Jhon Fernandez yang memiliki pengalaman menata kota dan lingkungannya di Buenos Aires, Argentina dan Bogota Kolumbia. Semoga kerjasama UNPAD dan MIT (Massachusetts Institute of Technology) akan semakin baik dan lancar,” tambahnya. (tiwi)
 

Related Articles

Close