HEADLINEPASJABARPASKREATIFPASPENDIDIKANPASVIRAL

Ridwan, Siswa SMK Pasundan 1 Cianjur yang Nekat Tolong Polisi Terbakar Saat Demo

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMDari kejadian empat polisi terbakar saat mengamankan demo mahasiswa di Kantor Bupati Cianjur kemarin, ada satu foto yang menjadi pusat perhatian yakni aksi salah satu siswa berseragam batik Pasundan, yang nekat memberikan minum kepada salah satu korban polisi terbakar.

Siswa tersebut yakni Ridwan Suryana, siswa SMK Pasundan 1 Cianjur, ia menjadi salah satu yang membantu para polisi yang terbakar saat kejadian aksi tersebut.

“Saya waktu itu sebetulnya sudah takut pas ada aksi itu ke Kantor Pemda, karena waktu itu aksinya mencekam, massanya banyak, saya panik. Padahal saya waktu itu baru saja istirahat setelah PKL di kantor Pemda Cianjur,” ujar Ridwan yang dihubungi Pasjabar, Jumat (16/8/2019).

Ridwan menceritakan jika dirinya saat itu khawatir dengan aksi tersebut karena selain massa banyak juga ada pembakaran, ketika sedang dalam keadaan panik dan takut tiba – tiba beberapa petugas kepolisan dan massa berlarian, salah satunya korban polisi berlari kearahnya dengan kondisi terbakar yang baru diketahui Ridwan bernama Aiptu Erwin.

“Kondisi dia waktu itu berlari dan terbakar, ke arah saya dan kemudian api yang membakar tubuhnya dipadamkan beberapa orang sambil dia mengguling di jalan dan trotoar,” ujar siswa jurusan Akutansi ini.

Setelah api padam dari Aiptu Erwin, beberapa petugas, Satpol PP dan ada beberapa media yang meliput saat itu tidak ada yang berani menyentuhnya karena kondisi Aiptu Erwin yang memang mengalami luka bakar.

“Mungkin yang lain tidak berani mendekat karena kondisinya memang terbakar, tapi saya melihat dia seperti kesakitan dan saya nekat menghampiri dia karena dekat dengan saya, lalu saya memberikan minum ke petugas polisi itu. Saya sebagai manusia tidak tega melihat kondisi pak polisi itu, jadi saya pegang kepalanya yang saat itu ada di trotoar dan saya beri minum, dia hanya bilang sakit, rumah sakit. Jadi saya berusaha menengkannya dan bilang bapak istigfar dan tenang,” ungkap pria kelahiran Cianjur 21 Mei 2019 ini.

Ridwan pun tidak banyak berpikir lagi dia kemudian meminta tolong kepada semua yang ada di sana untuk segera mencegat kendaraan agar bisa segera di bawa ke rumah sakit.

“Saya kemudian meminta tolong salah satu petugas untuk mengangkat pak polisi itu agar segera di bawa ke rumah sakit, karena petugas yang lain sedang sibuk mengamankan dan beberapa media yang ada di situ juga sedang meliput, jadi saya mencoba memanggil salah satu petugas untuk membantu. Dan waktu itu ada angkot karena tidak ada ambulan atau kendaraan petugas yang ada di sana angkot, jadi saya bersama seorang petugas mengangkat pak polisi itu. Sebetulnya saya ingin ikut ke rumah sakit mengantarkan petugasnya, hanya karena saya saat itu sedang PKL jadi saya meminta pak petugas yang menemani agar mendampinginya,” tuturnya.

Siswa kelas XII ini pun mengatakan tidak mengenal sama sekali dengan petugas polisi yang terbakar itu, bahkan ia baru mengatahui jika petugas yang dia bantu bernama Aiptu Erwin dari media yang memberitakannya.

“Ada beberapa media yang bilang jika itu adalah ayah saya, saya klarifikasi jika Aiptu Erwin bukan ayah, saya tidak mengenal Pak Erwin saya hanya membantu dari dasar kemanusian karena saya takut Pak Erwin waktu itu meninggal jadi saya harus membantunya,” terang anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Ridwan berharap jika saat ini kondisi Aiptu Erwin bisa kembali pulih dan mendapat pertolongan sehingga ia bisa berkumpul bersama keluarga dan kembali bertugas seperti sedia kala.

Sementara itu, Kepala SMK Pasundan Yayah, mengatakan jika Ridwan memang dikenal sebagai anak yang suka menolong dan memiliki rasa kemanusian yang tinggi.

“Informasi dari wali kelasnya bu Wati, jika Ridwan memang senang membantu teman-teman di kelasnya, dia bukan anak yang neko-neko juga jadi kalau istilah Bahasa Sunda namah Budak bageur, “ ujar Yayah.

Yayah berharap rasa kemanusian Ridwan bisa juga ditularkan kepada siswa lainnya dan menjadi contoh keteladanan di Pasundan, betapa pentingnya membantu sesame manusia. “Saya berharap ini menjadi contoh bagi semua siswa bagaimana membantu sesama itu sangat penting. Apalagi dalam kondisi seperti Ridwan tidak akan banyak orang yang berani nekat dengan kondisi seperti itu,” ujarnya.

Disebutkannya jika Ridwan merupakan anak dari seorang ayah bernama Maman Supriyadi yang berpropesi sebagai supir truk pengangkut ikan sementara ibu bernama Yeti Rohaeti merupakan ibu rumah tangga.

Demi cita – citanya untuk menjadi pengusaha sukses, Ridwan setiap hari harus berjuang mencapai sekolah dengan menempuh jarak 14 KM dari rumahnya di Kampung Janari Kidul ke sekolah di SMK Pasundan 1 Cianjur. (tie)

Tags

Related Articles

Close
Close