HEADLINEPASKREATIFPASPENDIDIKANTOKOH

Sasa :  Agama, Etika dan Budaya Jadi Penyeimbang

*) Wakil dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNPAS

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Motto “Menjadi manusia yang bermanfaat dan menjadikan segala hal bisa bernilai ibadah serta ikhlas dalam bekerja” adalah hal yang selalu dipegang oleh Wakil dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNPAS, Dr. Sasa S. Suratman SE. MSc. Ak CA.

Hal itu juga yang ia terapkan dalam mengajar sejak 25 tahun kebelakang. Dimana menjadi dosen adalah profesi yang ia jalani sepenuh hati dengan dedikasi dan tanggung jawab.

“Saya berkuliah di S1 di Unpas pada jurusan akuntasi  dan lulus di tahun 1992. Usai sidang, saya langsung ditawari oleh dekan, untuk menjadi dosen. Akhirnya saya mulai menjadi asisten dosen dari tahun 1993 dan menjadi dosen wali selama empat tahun. Pada  tahun 1997 saya ditawari oleh Fakultas untuk berkuliah di luar negeri, dan akhirnya melanjutkan studi S2 pada tahun 1997 di  Universitas Gent Belgia pada fakultas pertanian dengan konsentrasi ekonomi pembangunan dan lulus di tahun 1999,” paparnya bercerita.

Setelah pulang ke Indonesia, Sasa dipercaya sebagai sekertaris  dan  pengelola kelas regular malam, dan bersama-sama membuat kelas ektensif pada tahun 2003, untuk kemudian menjadi sekertaris program studi pada tahun 2007.

Lulusan S3 UNPAD jurusan akuntasi  pada tahun  2012 ini pun kemudian sejak Maret 2015 menjadi Wakil Dekan II hingga saat ini.

“Saya berupaya maksimal memberikan yang terbaik untuk mahasiswa maupun instansi dengan menjaga kepercayaan dan tanggung jawabnya,” Bandung, 31 Mei 1968.

Dalam mengajar, Sasa juga selalu menekankan nilai-nilai etika dan agama. Dari hal-hal sederhana seperti sopan santun dalam bertutur dan bersikap.

“Saya sampaikan kepada mahasiswa bahwa belajar adalah ibadah dan segala aktifitas diniatkan sebagai ibadah. Disamping itu sebagai mahasiswa memiliki peran yang lebih sehingga harus memanfaatkan proses perkulihan. Belajar mandiri dan tetap memegang budaya,” tandasnya.

Pengampu mata kuliah akuntansi ini juga menyampaikan kepada para mahasiswanya bahwa akuntasi sifatnya bukan hafalan tapi aplikatif, harus terbiasa agar bisa menguasai dengan mengerjakan berbagai tugas.

“Saya ibaratkan, seperti saat kita belajar menggunakan motor kupling dan gigi. Tidak cukup belajar hanya semalam. Sama seperti akuntansi yang harus dipelajari setiap hari jika ingin ahli,” terangnya.

Ayah dari tiga orang anak ini juga berkata bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diliat dari kepintaran tapi juga diseimbangi dengan nilai etika, budaya, dan agama.

“Percuma jika hanya intelektualnya saja yang baik, tapi moralnya rendah. Untuk menjadi negara yang maju, sumber daya manusianya pun perlu terdidik serta mencintai budaya serta mengedepankan nilai-nilai lokal,” tambahnya.

Terakhir, Sasa berharap semoga ia bisa bekerja semakin baik, menjaga amanah dengan bekerja penuh tanggung jawab dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

“Untuk UNPAS semoga semakin maju, program-program yang tengah berlangsung seperti e learning dan kelas internasional akan kian berkembang. Bisa bermanfaat dan dipercaya oleh masyarakat serta semakin banyak mahasiswanya,” pungkasnya. (Tan)

Tags

Related Articles

Close
Close