PASBANDUNGPASOLAHRAGA

Satgas Antimafia Sepakbola Didukung Jadi Permanen

BANDUNG, PASJABAR.COM — Satgas Antimafia Sepakbola hanya dibentuk untuk bertugas selama enam bulan. Tapi, berbagai pencapaian atas pengungkapan kasus suap dan pengaturan skor, membuat satgas itu didukung untuk dipermanenkan.

Bentuk dari dipermanenkannya satgas itu bisa berupa menjadi badan, lembaga, atau dengan nama lain. Yang penting, kehadirannya membawa dampak baik bagi sepakbola Indonesia.

Dukungan itu terlihat dalam focus group discussion (FGD) Membangun Masa Depan Sepakbola Indonesia Bersama Satgas Antimafia Bola di Hotel El Royale, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019).

Manajer Persib Umuh Muchtar, para petinggi Viking Persib Club, petinggi Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), hingga perwakilan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) menyampaikan dukungannya.

Hadirnya Satgas Antimafia Sepakbola dinilai jadi angin segar bagi bobroknya sepakbola nasional. Publik pun berharap banyak dari kehadiran satgas itu untuk kembali membawa sepakbola Indonesia menjadi bersih dan menjunjung tinggi sportivitas.

Tapi, Ketua Satgas Antimafia Sepakbola Brigjen Pol Hendro Pandowo tidak bisa mengambil sikap sendirian. Sebab, Satgas dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Hendro pun hanya menjalankan amanat untuk menjadi ketua.

“Tentunya saran dalam diskusi tadi sudah dicatat oleh tim kami. Tentunya akan kita diskusikan dan tentunya akan kita sampaikan pada Kapolri untuk tindak lanjut dalam satgas ini,” kata Hendro.

Selain menyampaikan beragam masukan itu, diakuinya saat ini ada wacana semacam membentuk penegakkan hukum terpadu. Sehingga, polisi akan terlibat dalam perbaikan sepakbola Indonesia.

“Apakah (pelanggaran) itu masuk ranah disiplin atau masuk ranah pidana. Kalau masalah disiplin, kita serahkan ke Komdis (PSSI). Kalau ranah pidana, itu bagian kita,” jelasnya.

“Tapi kan itu baru suatu wacana dari beberapa wacana yang disampaikan dalam diskusi. Akan kami jadikan masukan (ke Kapolri),” tutur Hendro.

Satgas sendiri sejauh ini sudah menetapkan 16 tersangka dengan tujuh di antaranya sudah dilakukan penahanan. Beberapa kasus yang saat ini sedang ditangani pun akan segera diselesaikan. (ors)

Tags

Related Articles

Close