PASBANDUNG

Satpol PP Ngaku Kewalahan Urus Waria di Jalanan

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMPasca lebaran Idul Fitri, Satpol PP Kota Bandung mengaku kewalahan urus para pengamen Waria khususnya.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Satpol PP Kota Bandung Tantan Surya Santana, Kamis (13//2019). “Jadi mereka kan mangkalnya di lampu merah. Sementara kita tidak mungkin 24 jam menjaga satu titik, jadi ya kita kucing-kucingan dengan waria itu,” ujar Tantan.

Ia menyebutkan selama satu bulan ke belakang pihaknya sudah melakukan penjangkauan dan bisa menjangkau 297 orang waria.  “Namun, tidak serta merta para waria itu hilang,” katanya.

Beberapa faktor yang membuat waria masih banyak di Kota Bandung, adalah banyaknya jumlah stopan. “Sehingga semakin banyak stopan, semakin sulit menghilangkan waria,” tegasnya.

Selain itu, para waria yang sudah tangkap, dan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, namun hanya mendapat pembinaan beberapa hari saja. Sehingga, tidak ada efek jera yang didapat para waria.

“Jadi kalau kita menangkap waria, lalu akan diberikan ke Dinsos, mereka akan dibina di Puskesos, tapi akan dikeluarkan lagi dalam waktu tujuh hari, bahkan dalam empat hari berikutnya,” jelas Tantan.

Mereka yang tertangkap, lanjut Tantan, memang kebanyakan ber KTP luar Kota Bandung seperti dari Indramayu.

“Kami juga menangkap waria, terkadang orang-orang yang berneda. Jadi yang dulu sudah tertangkap, ada lagi yang lainnya,” kelu Tantan.

Ditempat terpisah, Kepala Dinsos Kota Bandun Tno Rusdiantno mengakui, pembinaan yang diberikan kepada waria yang tertangkap hanya 1 minggu.

“Nantinya mereka akan dikembalikan ke masyarakat dengan menandatangani surat perjanjian tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.

Waktu yang relatif sebentar dalam pembinaan, kata Tono, salah satunya dikarenakan anggaran yang tidak memadai untuk operasional Puskesos. Termasuk salah satunya untuk makan mereka yang terjangkau. (put)

Tags

Related Articles

Close