HEADLINEPASKREATIFPASPENDIDIKANTOKOH

Menulis Jadi Ciri Khas dan Keunggulan FISS Unpas

*)Dr. Senny Suzanna Alwasilah, M.Pd, Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Unpas

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMBermula menjadi asisten pengajar jurusan Sastra Inggris, pada tahun 1999 Dr. Senny Suzanna Alwasilah, M.Pd kemudian menjadi dosen tetap yayasan. Setelah itu ia menjadi seketaris jurusan Sastra Inggris selama satu periode, berlanjut menjadi ketua Jurusan Sastra Inggris dan sejak tahun 2014 ia diangkat menjadi Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan.

Selain mengajar, ibu dari lima anak ini juga merupakan President Asean Woman Writers Association (AWWA) yang merupakan komunitas perempuan penulis dari berbagai negara seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Kamboja.

Menjadi Bendahara Dewan Kesenian Kota Bandung, Bendahara di lembaga bahasa dan budaya sastra sunda, dan aktif di organisasi dan kegiatan kesundaan lainnya.

“Sejak awal saya mengajar mata kuliah writing, dan memang untuk FISS sendiri ciri khas kami yang ditonjolkan adalah writing. Dimana mahasiswa dilatih untuk menulis tidak hanya artikel ilmiah tapi juga fiksi seperti cerpen maupun novel,” terang penulis buku “Pokoknya  Menulis” dan penulis 4 buku ontologi puisi bersama rekan-rekannya.

Lulusan S1 STBA Yapari Bandung Jurusan Sastra Inggris tahun 1995, S2 UPI pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris 2002 dan S3 UPI pada jurusan pengembangan kurikulum tahun 2012 ini bercerita bahwa dalam mengajar, banyak sekali suka duka yang ia rasakan. Menjadi sebuah kebahagiaan bilamana mahasiswanya berhasil dalam hidupnya, termasuk juga saat mahasiswanya berhasil menulis buku kemudian diterbitkan atau menulis artikel di media massa.

“Saya juga sangat senang jika saat berada di kelas mahasiswa benar-benar fokus dalam mengikuti mata kuliah, tidak main gadged, serta mampu menguasai bahasa Inggris dengan baik,” jelas perempuan kelahiran Bandung, 11 oktober 1962.

Selain menulis, hal yang tidak kalah penting yang diajarkan kepada mahasiswa adalah karakter atau sikap, dimana mahasiswa juga perlu memiliki sopan santun, tatakrama dan kedisiplinan. Karekter yang baik akan membangun mahasiswa untuk memiliki jiwa pejuang dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu sehingga rajin bertanya, dan mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya juga selalu menekankan mahasiswa untuk tidak melakukan plagiarism dan mencontek. Karena kejujuran adalah hal utama dalam segala aspek termasuk menulis,” jelasnya.

Senny melanjutkan bahwa menulis adalah ruang bagi mahasiswa agar dapat menyampaikan ide-idenya kedalam tulisan. Sebab sebrilian dan sepintar apapun pemikiran seseorang jika tidak ditulis dalam sebuah buku,  maka akan menghilang begitu saja.

Oleh karena itu FISS UNPAS khususnya pada jurusan Sastra Inggris sejak semester awal sampai akhir, pembelajaran  menulis selalu ada mulai fiksi, imajinatif writing, essay publication, investigative dan grammer for writing.

“Adapun peran pendidikan menurut saya sangat signifikan bagi kemajuan bangsa, sebab pendidikan merupakan pondasi dimana seorang anak akan berbaur dengan masyarakat dari  SD hingga ke perguruan tinggi. Dengan pendidikan manusia bisa berkembang, mengenal dirinya dan bermanfaat untuk sekitarnya,” tandas Senny.

Kedepannya Senny berharap bahwa  FISS bisa berkembang semakin hebat baik dalam jumlah mahasiswa, sarana dan prasarana dan lainnya sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas. (Tan)

Tags

Related Articles

Close
Close