PASOLAHRAGAPASPENDIDIKAN

Siswa Pasundan Ini Bakal Serius dan Berprestasi di Bulutangkis

CIMAHI, PASJABAR.COM — Hidup di lingkungan keluarga yang hobi bermain bulutangkis, membuat Filanada Hafizha, siswa SMA Pasundan 3 Cimahi atau yang biasa dipanggil Lala, memiliki kesenangan dan hobi bermain olah raga tersebut sejak kecil.

Kebiasaan itu jugalah yang membuat gadis kelahiran Bandung, 27 Oktober 2001 ini meraih beragam prestasi, diantaranya semifinalis ganda putri kejuaraan daerah 2019, juara 3 ganda puteri antar SMA Tingkat Jawa Barat yang diadakan oleh PERBAMA UIN Bandung Tahun 2018,  juara 1 ganda remaja putri walikota Cianjur tahun 2016, juara 2 ganda pemula putri bupati cup 2015 Tingkat Jawa Barat.

Tidak hanya itu, juara 1 beregu popwilda tingkat Jawa Barat tahun 2017 ini pub menjadi semifinalis ganda remaja putri dalam kejuaraan nasional skadron di Bogor  tahun 2017, juara 1 ganda campuran polban cup antar sma 2018 dan juara 3 ganda campuran perbama UIN 2019.

“Saya memiliki motto hidup yakni, kerja keras demi kebahagiaan orang tua dan berharap kedepannya bisa menjadi juara internasional, agar saya bisa di hargai orang lain dan membuat orang tua saya bangga,”  ulas sulung dari dua bersaudara.

Selain hobi bermain bulutangkis, penyuka olah raga berenang dan bermain bola ini pun mengatakan bahwa ia ingin menjadi atlit profesional.

“Selain bersekolah, saya juga aktif  berlatih setiap hari dengan sungguh-sungguh,” terang siswa SMA Pasundan 3 Cimahi kelas XI IPS 2 ini.

Untuk tokoh idola, Lala mengatakan bahwa ia mengidolakan sosok Apriani Rahayu, karena karakternya yang tidak pernah patah semangat.

“Saya juga selalu mendapatkan inspirasi dari teman-teman di sekitar saya,” terang penfavorit warna biru, dan penyuka Dimsum serta Pizza.

Pemilik tinggi  152 CM ini juga mengatakan bahwa makna hidup baginya adalah jangan pernah kalah oleh keadaan dan jangan takut mencoba kembali meskipun pernah gagal berkali-kali.

“Bagi saya, kunci hidup yang terpenting adalah sabar, karena setiap tujuan butuh proses dan waktu yang tidak singkat, dan di setiap proses tidak selalu berjalan mulus, akan ada banyak rintangan yang menghadang, namun rintangan itulah yang menjadi makna hidup sebenarnya,” tandasnya.

Lala juga berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu membuatnya bersemangat dalam menjalani hidup, terutama ibunya yang tidak pernah berhenti mendukungnya dari kecil hingga saat ini. (Tan)

Tags

Related Articles

Close