PASPENDIDIKANTOKOH

Tantan : Etika, Daya Juang dan Empati Menjadi Poin Penting Mendidik Mahasiswa

*) Wakil Dekan 3 Fakultas Teknik Unpas, Tantan Widiantara

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMSeiring dengan perkembangan jaman yang semakin maju dan menglobal, diikuti dengan dinamika perubahan yang luas dalam berbagai fenomena, hal ini juga berdampak pada karakter mahasiswa dan dunia pendidikan.

Wakil Dekan III Fakultas Teknik UNPAS, Dr. Tantan Widiantara, ST., MT. mengungkapkan bahwa saat ini budi pekerti, etika, daya juang mahasiswapun sudah mulai bergeser, menjadi  ingin serba cepat atau instant. Sehingga mentalitasnya kurang memiliki usaha dan kesungguhan untuk meraih sesuatu.

“Mengingat hal tersebut tentu, seorang pendidik bukan hanya memenuhi kapasitas yang dibutuhkan mahasiswa tapi juga membangun pola pikir yang berbeda, bagaimana mahasiswa tidak terseret dengan ingin segalanya mudah, tapi juga meningkatkan kesadaran bahwa ada kesuksesan, keterampilan dan hal lainnya memerlukan upaya, perjuangan sehingga tidak malas, terlena atau menunggu tapi bersikap proaktif dan visioner,” jelasnya, kepada Pasjabar, belum lama ini.

Dalam mengajar, Tantan mengungkapkan bahwa ia membangun karakter mahasiswa mulai dari nilai-nilai kejujuran, cara bertutur kata yang baik, kemampuan dalam memberikan presentasi dan bercerita, menghargai orang lain dan memahami norma dan agama. Serta memiliki kemampuan hardskill dan sofskill yang seimbang.

“Membangun karakter bisa dimulai dari hal yang sederhana seperti dengan berdoa terlebih dahulu sebelum belajar, tidak menggunakan handphone saat berkuliah, ada adab ketika bertanya ataupun meminta idzin saat keluar kelas,” ulasnya.

Tantan menambahkan bahwa dosen adalah sebagai pembimbing agar  mahasiswa tetap berada dalam koridor yang tepat saat segala informasi begitu mudah didapat.

“Saya ingin membangun mahasiwa yang jujur, beretika, pejuang dan memiliki rasa empati tanpa melupakan profesionalisme mereka. Selaras dengan visi paguyuban pasundan, luhung elmuna, jembar budayana dan pengkuh agamana. Nilai-nilai tersebut adalah kekayaan dan kualitas yang bernilai,”  terang pria kelahiran Bandung, 18 Oktober 1977.

Ayah dua orang anak ini bercerita bahwa pada tahun 2003 ia mulai mengajar dan kala itu sudah menjadi koordinator kemahasiswaan (kormas) pada jurusan teknologi pangan hingga tahun 2010.

Kemudian padan tahun 2012 ia  dipercaya menjadi sekertaris prodi Teknologi Pangan hingga pada 4 Maret 2019 diangkat menjdi Wakil Dekan III Fakultas Teknik UNPAS.

Lulusan S1  UNDIP Jurusan Teknik Kimia tahun 2001, S2 UNPAS Pascasarjana jurusan Teknologi Pangan konsentrasi Teknologi Industri pangan  tahun 2006 dan

S3 UNPAD jurusan teknologi Pangan tahun 2015 ini pun sempat mengajar pada mata kuliah Satuan Operasi Industri Pangan, Mesin Peralatan Industri Pangan, Rancangan Percobaan dan lain-lain.

“Dulu sebetulnya setelah lulus kuliah saya pernah bekerja di sebuah perusahaan cat, namun jalan hidup membawa saya menjadi pengajar dan mengabdi di UNPAS. Sesuatu yang saya syukuri dan nikmati,” terangnya.

Pemilik motto hidup “Manridhotillah” atau semoga apa yang dilakukan menjadi amal shaleh dan diridhoi Allah ini juga berharap bahwa ia  bisa bermanfaat bagi orang banyak dan memberikan kontribusi dalam membina mahasiswa, untuk bersama-sama memajukan bangsa.

“Untuk Unpas semoga semakin maju dan besar, sukses mewujudkan visi dan misinya, diberkahi  dan melahirkan para sarjana yang nantinya menjadi pemimpin yang amanah dan nya’ah kepada masyarakat,” pungkasnya. (Tan)

Tags

Related Articles

Close