PASBANDUNGPASPENDIDIKAN

USBN di SMAN 9 Bandung Siswa Pakai Gadget

BANDUNG, PASJABAR.COM — Ada yang berbeda dari pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SMAN 9 Bandung. Para siswanya menggunakan gadget atau gawai untuk menjawab soal ujian.

Ada yang menggunakan telepon genggam, tablet, dan komputer jinjing atau laptop. Tapi, mayoritas lebih memilih menggunakan telepon genggamnya untuk membuka dan mengerjakan soal.

Dalam USBN itu, soal ujian tinggal dibuka melalui gawai masing-masing. Tapi, hanya soal ujian pilihan ganda yang menggunakan berbasis gawai. Sedangkan untuk soal esai, jawabannya masih harus ditulis secara manual di kertas.

Lewat metode itu, gawai siswa terhubung pada satu sistem. Soal ujian pun hanya bisa dibuka di area sekolah dengan memanfaatkan fasilitas smart router dari Pinisi Edubox.

Total, ada lima smart router dengan harga Rp20 juta per unit. Jika ditotalkan, pihak sekolah mengeluarkan anggaran Rp100 juta agar bisa melaksanakan ujian dengan cara canggih.

Kepala SMAN 9 Bandung Agus Setia Mulyadi mengatakan nilai investasi peralatan itu cukup besar. Tapi, penghematan yang didapat akan jauh lebih besar.

“Untuk investasi memang besar untuk memulai ini. Tapi untuk jangka panjang sangat menguntungkan karena kita bisa menghemat pengeluaran anggaran, terutama untuk membeli kertas dan alat tulis,” kata Agus, Senin (18/3/2019).

Dengan metode seperti itu, pihak sekolah juga mendapat keuntungan. Sebab, jawaban siswa tidak perlu dicek secara manual. Dengan mengandalkan sistem yang ada, cukup ‘klik’, maka jawaban dan nilai masing-masing siswa akan bisa diketahui.

“Untuk pengadaan peralatan ini kita juga tidak memungut biaya dari para siswa. Kita menggunakan anggaran sekolah,” jelas Agus.

Sementara meski menggunakan gadget, para siswa tidak akan bisa bertindak curang, misalnya mencari jawaban dari mesin pencari seperti Google. Sebab, selama ujian, siswa harus berada di halaman soal pada gadgetnya.

“Ketika siswa keluar dari halaman atau soal atau masuk ke (aplikasi) yang lain, halaman soalnya akan terkunci,” ujar Chief Operation Officer Pinisi Edubox Fathi Nashrullah.

Jika halaman soal terkunci, maka siswa harus menghadap ke pengawas agar soalnya bisa kembali dibuka. Dengan cara seperti itu, otomatis siswa akan menghindari berbuat curang.

Ke depan, rencananya sistemĀ  seperti yang dipakai saat USBN itu akan dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga, penghematan dan efisiensi akan sangat terasa. (ris)

Tags

Related Articles

Close