HEADLINEPASPENDIDIKANTOKOH

Uus : Kembangkan Pendidikan Lewat Literasi Sains Berbasis IPTEK

*) Dekan FKIP Unpas

BANDUNG, PASJABAR.COM — Peran pendidikan, pada dasarnya bukan hanya proses belajar-mengajar, tapi lebih dari pada itu juga sebaiknya mengena kepada esensinya dapat mencapai transfer of learning, begitu terang Dekan FKIP UNPAS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (FKIP) Universitas Pasundan, Dr Uus Toharudin M, Pd.

Menurut Uus, pendidikan berbasis proses yang mengolah pengetahuan menjadi aktivitas pembelajaran dapat mengembangkan kemampuan peserta didik menguasai literasi sains (abad 21) berbantuan teknologi.

Kehebatan ilmu bisa dirasakan apabila ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh peserta didik kelak dalam hidup bermasyarakat ataupun berprofesi, dan menjadi cara dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari.

“Sesuai visi UNPAS untuk menjadi kampus yang diakui secara internasional, memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya sunda dan Islam pada 2021. FKIP Unpas bertekad untuk mewujudkan itu semua selaras dengan prinsip SMART yaitu spesificic, Measurable, Achievable, Responsive dan Time bont,” tandasnya.

Menjadi Dekan, bagi Uus juga merupakan sebuah ruang untuk mewujudkan harmonisasi, yang komplementer dan saling melengkapi sehingga menjadi sebuah tim yang saling bersinergi satu sama lain dalam mencapai tujuan mempersiapkan calon pendidik masa depan.

“Kami juga berharap dapat mengupayakan akselerasi untuk mencapai tujuan FKIP UNPAS, sebagai lembaga yang prima dalam melayani mahasiswa dan membuat mereka menjadi pendidik yang berkualitas tinggi pada waktunya melaksanakan profesinya,” tambahnya.

Memasuki era revolusi industri 4.0, FKIP Unpas juga berusaha mewujudkan lulusan yang  memiliki literasi sains dan kapasitas tenaga pendidik profesional di masa depan.

Adapun Uus menjadi pendidik sejak tahun 1988 dan mengajar di UNPAS sejak  tahun 1992 juga bertekat  memberikan banyak kebermaknaan bagi tugas yang diampu Uus saat ini, terlebih pria kelahiran Ciamis, 17 Oktober 1962, lahir dari keluarga guru dan bercita-cita menjadi seorang guru,

“Setelah tiga puluh tahun mengajar, banyak hal yang saya rasakan, salah satunya rasa bangga saat melihat anak didik saya yang sukses misalnya alumninya menjadi guru yang selalu dirindukan peserta didiknya dalam konteks pendidikan, dan ketika menyaksikan alumninya melanjutkan studi S2 bahkan hingga S3 baik di dalam maupun di luar negeri.  tandasnya

Adapun hal yang kurang menyenangkan adalah saat melihat mahasiswa membiarkan dirinya tidak mencari pengetahuan yang banyak atau bahkan tidak menyelesaikan kuliah dengan sebaik-baiknya.

Uus yang saat ini mengampu dosen pada Program Studi Pendidikan Biologi dan mengajar mata kuliah Pengantar Filsafat Pendidikan, Strategi Pembelajaran Biologi. dan Inovasi Pembelajaran ini mengulas bahwa seorang pengajar perlu mengetahui tujuan pembelajaran yang akan dicapai sesuai kondisi kekinian dan mendatang.

“Dalam mengembangkan perencanaan memerlukan inovasi dalam pembelajaran, misalnya dengan memahami dasar-dasar pola prilaku,” ucap anak ke 6 dari 7 bersaudara.

Kedepannya Uus juga berharap bisa berkotribusi menuju Indonesia emas, dengan tidak melupakan local wisdom atau kearifan lokal sebagi jati diri bangsa Indonesia dan orang yang hidup dalam budaya Sunda. (Tan)

Tags

Related Articles

Close