PASBANDUNG

Warga Komplek Bahagia Permai Adukan Pembongkaran Benteng ke Dewan

BANDUNG, PASJABAR.COM — Merasa dirugikan, warga Komplek Bahagia Permai Kelurahan Margasari Kecamatan Buahbatu, adukan pembongkaran benteng, ke Komisi C DPRD Kota Bandung.

“Jadi di dekat komplek kami (Komplek Bahagia Permai,red), akan dibangun komplek baru namanya Bahagia Asri. Jika melihat dari izin yang mereka miliki, mereka hanya punya akses jalan ke Kiara Asri dan Cipagalo,” ujar Salah seorang warga Komplek Bahagia Permai RW 05 RT 02, Kelurahan Margasari Kecamatan Buahbatu, Arifin.

Menurut Arifin, meski pengembang sudah memiliki akses jalan tersebut, namun sepertinya mereka masih merasa kurang.

“Sepertinya jika dinilai dari sisi ekonomis, akses jalan ke Bahagia Asri ini lebih menguntungkan. Makanya oknum pengembang, disaksikan aparat kepolisan dan petugas satpol PP, melakukan pembongkaran benteng milik perumahan kami,” papar Arifin.

Pembongkaran ini, lanjut Arifin, tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu ke warga. Bahkan, ada efek psiklogis yang menganggu warga sekitar.

“Sekarang kondisi di komplek kami jadi tidak aman dan tidak nyaman, karena ada oknum ormas pendukung pengembang yang melakukan intimidasi,” terangnya.

Bahkan, ada tindakan kriminalitas seperti pencurian, di kawasan tersebut. Oleh karenanya warga minta agar benteng bisa dibangun lagi, sehingga keamanan dan kenyamanan warga bisa kembali lagi.

Menangapi hal ini, Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Agus Gunawan mengatakan akan membicarakan terlebih daulu masalah ini secara internal.

“Setelah kami melakukan rapat internal baru akan kami panggil dinas terkait untuk menanyakan izin pembongkaran tersebut,” kata Agus.

Pembongkaran ini jelas menyalahi aturan, karena merupakan pengrusakan barang milik orang lain.

“Kita akan tanyakan kenapa terjadi pembiaran pembongkaran tersebut,” katanya.

Senada dengan Agus, Anggota DPRD Komisi C dari fraksi PKS, Tedy Rusmawan mengatakan, harus ditelusuri terlebih dahulu, siapa yang memberi izin pmbingkaran, terlebih disaksikan aparat.

“Seharusnya, sebelum melakukan pembongkaran, ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga terdampak,” terangnya.

Untuk itu, Tedy juga mengatakan, akan melakukan peninjauan lapangan, agar bisa melihat langsung seperti apa kondisi di lapangan. (put)

Tags

Related Articles

Close