WWW.PASJABAR.COM – Menjelang peluncuran resminya yang diprediksi akan berlangsung antara 11 hingga 13 September 2025, Apple iPhone 17 Pro Max mulai mencuri perhatian publik dengan bocoran fitur, spesifikasi, hingga prediksi harga.
Sebagai penerus iPhone 16 Pro Max, perangkat ini dikabarkan membawa lompatan besar. Dalam performa, daya tahan, dan desain, menjadikannya calon ponsel premium paling ambisius dari Apple.
Lonjakan Spesifikasi dan Kapasitas Baterai
Salah satu peningkatan paling mencolok pada iPhone 17 Pro Max adalah kapasitas baterainya yang disebut-sebut mencapai 5.000 mAh, terbesar dalam sejarah iPhone.
Angka ini melampaui baterai iPhone 16 Pro Max (4.676 mAh) dan memungkinkan daya tahan hingga 35 jam penggunaan aktif. Peningkatan ini dimungkinkan berkat desain bodi yang sedikit lebih tebal, yakni 8,725 mm—naik hampir 0,5 mm dari generasi sebelumnya.
Selain kapasitas baterai, iPhone 17 Pro Max juga diperkirakan dibekali chip terbaru A19 Pro, modem Snapdragon X80, dan RAM 12 GB. Serta tiga kamera belakang beresolusi 48MP dan kamera depan 24MP.
Desain Dynamic Island kabarnya tidak banyak berubah, namun perangkat akan menjalankan sistem operasi terbaru iOS 26. Dengan desain antarmuka “Liquid Glass”.
Harga dan Varian Warna
Dari bocoran yang dihimpun, iPhone 17 Pro Max diperkirakan akan dijual dengan harga mulai dari USD 1.299 atau sekitar Rp 21,2 juta. Warna-warna baru seperti Teal Titanium, Green Titanium, dan Dark Green Titanium menambah kesan eksklusif pada lini Pro Max.
Tren Harga dan Strategi Pasar
Harga flagship Apple memang menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, iPhone 16 Pro Max dibanderol mulai CAD 1,599 saat rilis. Sementara iPhone 17 Pro Max kini mulai dari CAD 1,699 untuk varian 128 GB.
Kenaikan ini dianggap sepadan dengan fitur-fitur unggulan yang ditawarkan, khususnya untuk konsumen kelas premium dan penggemar teknologi.
Namun di tengah euforia global, pasar Indonesia justru menghadapi ironi. Hingga pertengahan 2025, iPhone 16 series bahkan belum dirilis resmi di Indonesia. Akibat belum terpenuhinya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen.
Hal ini memicu gelombang kekecewaan di kalangan Apple Fanboy tanah air yang terpaksa membeli perangkat dari luar negeri dengan risiko tinggi. Seperti pajak tambahan dan persoalan IMEI.
Apple Masih Terlilit Komitmen Investasi
Pemerintah Indonesia sebelumnya memberi Apple waktu hingga 2023 untuk memenuhi komitmen investasi sebesar Rp 1,7 triliun melalui pembangunan Apple Developer Academy.
Namun hingga kini, Apple masih memiliki utang investasi sebesar Rp 271 miliar dan belum mengajukan proposal TKDN untuk periode 2024–2026.
Pemerintah telah meminta Apple untuk melunasi komitmen lama dan berinvestasi baru senilai USD 1 miliar (Rp 15,95 triliun)—proposal yang kabarnya akan direalisasikan melalui pembangunan pabrik AirTag dan AirPods Max.
Sayangnya, menurut Kementerian Perindustrian, Apple belum memberikan tanggapan resmi secara fisik terhadap undangan pemerintah.
Komunikasi yang terjalin baru sebatas informal melalui aplikasi pesan. Hal ini membuat iPhone 16 masih belum mendapatkan sertifikat TKDN dan belum bisa dijual di Indonesia secara resmi.
Menanti iPhone 17 dengan Harapan Baru
Dengan potensi inovasi besar yang dibawa iPhone 17 Pro Max, konsumen di Indonesia kini mulai mengalihkan fokus dari iPhone 16 ke generasi selanjutnya.
Apalagi, rumor kehadiran model baru seperti iPhone 17 Air dengan desain ultratipis, RAM 8 GB. Serta layar 120 Hz ProMotion Display tanpa teknologi LTPO, makin memperkuat ekspektasi akan lompatan generasi yang signifikan.
Jika Apple berhasil memenuhi kewajiban TKDN dalam waktu dekat, besar kemungkinan iPhone 17 akan langsung dirilis resmi di Indonesia—melewati momentum iPhone 16 yang sudah “basi” sebelum sempat hadir.
Namun, jika polemik investasi terus berlarut, Indonesia bisa kembali tertinggal dalam pusaran inovasi teknologi global. (han)












