BANDUNG, PASJABAR.COM — Salah satu mahasiswa STIE Pasundan, yang berprestasi hingga go internasional adalah Jaka Arisandy atau yang akrab disapa “Jack”.
Pemuda kelahiran Bandung, 15 Juli 1992 ini pun tercatat menjadi Juara 1 Pengcab PSSI 2010, Juara 1 Street Soccer Tingkat Provinsi, Juara 1 Amsterdam Cup 2015, International Referee Homeles World Cup 2016 – sekarang ( Scotland 2016, Norway 2017, Mexico 2018, ) Memimpin partai Final International street Soccer di mexico 2018.
“Hobi saya adalah bermain sepak bola. Karena di sepak bola saya bisa Menemukan banyak hal yang bisa membuat saya merubah hidup saya,” terang penyuka warna hitam dan biru, serta penikmat makanan pedas.
Jack mengungkapkan bahwa ia memiliki motto “ jalani apa yang harus kita jalani dan lakukan, berani merubah apa yang dapat kita rubah, bijaksana dalam menyikapi setiap hal”.
“Motto ini berangkat dari perubahan hidup saya, yang dulunya tidak mulus dan tidak tahu harus berbuat apa karena saking banyaknya permasalahan pada saat itu, hingga akhirnya saya menemukan kalimat tersebut, saat saya berada di lingkungan Rumah Cemara dimana tempat saya berkerja sekarang,” jelasnya.
Jack berharap bahwa ia dapat menjadi orang yang lebih baik lagi, dapat membanggakan orang orang sekitarnya, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
“Dulu saya sempat bercita-cita menjadi seorang pemain bola profesional, namun untuk saat ini saya ingin mempunyai usaha sendiri dan menjadi seorang pemimpin supaya bisa bermanfaat bagi orang banyak,” tandas mahasiswa jurusan managemen ini.
Adapun kesibukan Jack saat ini adalah bekerja di Rumah Cemara sebagai Young leader dan mengerjakan beberapa projek di rumah Cemara yang bekerja sama dengan Manchester City terkait sepak bola social, dan menjadi referee Homeless World Cup, serta Kuliah dan bermain futsal
“Untuk tokoh idola saya, selain kedua orang tua adalah Ginan Koesmayadi, Karena dia orang yang sangat menginspirasi, susah untuk dijelaskan, karena dengan kekurangannya, beliau mampu menjadi orang hebat. Saya selalu ingat kata kata beliau, “ Di titik terndah seseorang tidak ada hal lain selain menanjak ke atas “ beliau selalu menginspirasi saya untuk dapat merubah hal-hal yang dapat saya ubah,” tandasnya.
Adapun makna hidup bagi anak tunggal ini adalah “seperti Air yang mengalir” kemanapun seharusnya mengalir kadang terhambat kadang begitu lancar, Kadang jernih kadang kotor, bisa bermanfaat bagi orang banyak, Bahkan bisa tidak bermanfaat sama sekali.
“Dalam kehidupan ini, kita harus menghadapi segalanya, baik tantangan, masalah, kebahagiaan, kesedihan. Saya selalu berusaha berpikir positif, bahwa segala hal yang ada di depan, akan mampu dilewati,” paparnya.
Adapun hal yang membuat anak tunggal ini selalu bersemangat adalah keyakinan bahwa kehidupan yang ia jalani belum berakhir, sehingga banyak hal yang harus ia perjuangkan, ia harus meghidupi kehidupannya, bertanggung jawab atas kehidupan dan orang-orang ada disampingnya. (Tan)











