BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pembangunan Masjid Al Jabar, mengambil sebagian lahan pertanian di Kelurahan Cimincrang Kecamatan Gedebage. Bahkan saat ini jumlahnya hanya tinggal 4 hektare saja.
Menurut Lurah Cimincrang Puji Rahayuningtyas, jumlah lahan sawah di Cimincrang sekarang tinggal 4 hektare. Karena dipakai untuk pembangunan Masjid Al-Jabar dan pembuatan embung air, sekitar 28 hektare.
“Dari 28 hektare ini, tidak semuanya sawah, ada juga yang pemukiman. Namun, penggunaan lahan sawah ini memang lebih banyak,” papar Puji.
Karenanya, banyak penduduk Cimincrang yang kehilangan lapangan pekerjaan. Mengingat beberapa dari mereka bekerja mengurus sawah. Dengan pembagian untung bagi hasil.
“Jadi, dari 116 ribu warga kami, sekitar 200 orang kehilangan pekerjaan,” tambahnya.
Untuk itu, sebagai gantinya, Lurah dan LPM Cimincrang mencari solusinya.
Beberapa di antaranya dengan cara pembuatan balado Entog. Dengan dimotori oleh Ibu-ibu PKK Kelurahan Cimincrang, membuat Balado Entog, yang sekarang sudah dijual secara online.
“Para warga yang kehilangan pekerjaan tadi, kami arahkan untuk memelihara entog, sebagai bahan utama Balado Entog,” jelasnya.
Meski demikian, untuk menjadikan Balado Entog merupakan makanan ciri khas Cimincrang, memang masih membutuhkan upaya lebih. Mengingat jumlah Entog yang dihasilkan belum banyak.
“Namun, kita akan selalu berupaya agar bisa menjadikan Balado Ontog sebagai makanan khas Cimincrang. Sehingga, bisa dibilang, belum ke Cimincrang kalau belum mencoba Balado Entog,” pungkasnya. (Put)











