CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Pentingnya Mengubah Gaya Hidup Normal Jadi ‘New Normal’

admin
17 Mei 2020
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pandemi virus corona atau COVID-19 membuat masyarakat memiliki kebiasaan baru. Penggunaan masker saat aktivitas di luar rumah, sarung tangan saat berkendara, rajin mencuci tangan, menjauhi kerumunan, hingga menjaga jarak dengan orang lain.

Belum diketahui pasti pandemi COVID-19 kapan akan berakhir. Sejumlah prediksi pun bermunculan. Ada yang menyatakan pandemi bisa berakhir Juni, September, bahkan 18 bulan ke depan

Tapi, semuanya hanya sebatas prediksi. Tak ada yang bisa memastikan pandemi kapan akan benar-benar berakhir. Sebab, sejauh ini belum ada obat atau vaksin COVID-19. Hal itu yang justru jadi faktor kunci.

Baca juga:   Hasanuddin Minta Pemda Tak Asal Terapkan New Normal

“Kalau belum ada vaksin, belum ada obatnya, upaya pendegahan harus ditempatkan di depan,” kata Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian, dan Analisa Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara.

Karena itu, gaya hidup masyarakat harus diubah. Langkah pencegahan yang dilakukan dalam dua bulan terakhir sebaiknya tetap dilakukan hingga pandemi benar-benar berakhir. Apalagi jika obat atau vaksin belum ditemukan untuk menyembuhkan dan mencegah terinfeksi COVID-19.

Apa yang selama ini dilakukan pun tetap harus dilakukan. Sehingga, kehidupan normal untuk sementara akan berganti menjadi ‘new normal’. Intinya, segala langkah pencegahan selama ini akan menjadi gaya hidup yang normal untuk dilakukan.

Baca juga:   Oded Belum Berikan Kelonggaran untuk Masjid dan Mall

“Mungkin gaya hidup kita akan berubah nanti, misalnya tidak menyukai berkerumun, lebih banyak di rumah, apa yang bisa dikerjakan di rumah akan dikerjakan di rumah, dan lain-lain,” jelas Ahyani.

Justru, kembalikan melakukan segala sesuatu seperti sebelum pandemi nantinya akan dianggap sebagai sesuatu yang tidak normal. Misalnya tidak memakai masker saat di luar rumah, berkerumun, hingga tidak menjaga jarak dengan orang lain.

Baca juga:   Tingkatkan Daya Saing Global: Enam Program Baru Disdagin Bandung

Ia pun menegaskan pentingnya menjalankan hidup dengan cara ‘new normal’. Ini adalah bagian dari upaya pencegahan sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap situasi yang ada. Sebab, virus corona bisa ada di mana saja, menulari siapa saja, dan menular pada siapa saja.

“Contohnya pakai masker itu bukan hanya karena takut tertular, tapi juga takut menularkan penyakit pada orang lain. Prinsipnya, anda menjaga saya, saya menjaga anda,” ucap Ahyani. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: 'New Normal'Gaya Hidup Normal


Related Posts

HEADLINE

Hasanuddin Minta Pemda Tak Asal Terapkan New Normal

14 Juni 2020
HEADLINE

Dari 23 Pengajuan Disperindah Hanya Akan Ijinkan 6 Mall Dibuka di Bandung

1 Juni 2020
HEADLINE

Emil Tandatangani Lagi PSBB, New Normal Jabar Tak Jelas

28 Mei 2020

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.