WWW.PASJABAR.COM — WhatsApp secara resmi memperkenalkan opsi keamanan tingkat lanjut bernama Strict Account Settings bagi pengguna dengan risiko serangan siber sangat tinggi.
Fitur inovatif ini menjanjikan perlindungan yang jauh lebih kuat terhadap berbagai upaya peretasan akun serta pengawasan digital secara ilegal.
Pengguna dapat mengaktifkan fitur baru tersebut melalui sebuah tombol ajaib sekali klik yang tersedia pada menu pengaturan aplikasi WhatsApp.
Setelah sistem diaktifkan maka lapisan pertahanan akan memblokir semua media serta lampiran kiriman dari para pengirim yang tidak dikenal.
Langkah ini juga mencakup penonaktifan pratinjau tautan otomatis serta pembisuan panggilan telepon dari nomor yang tidak terdaftar dalam kontak.
Strict Account Settings Identifikasi Vektor Serangan Digital Dan Perlindungan Terhadap Tokoh Publik
WhatsApp mengidentifikasi ketiga celah keamanan tersebut sebagai vektor potensial untuk pengawasan digital serta berbagai serangan siber tingkat lanjut lainnya.
Meskipun enkripsi end-to-end sudah melindungi percakapan namun sebagian kecil pengguna seperti jurnalis membutuhkan perlindungan yang jauh lebih ekstrem.
Para pembela hak asasi manusia serta tokoh publik disebut memiliki potensi ancaman yang jauh lebih canggih dari peretas profesional.
Langkah strategis WhatsApp ini menjadikannya perusahaan teknologi besar ketiga di Amerika Serikat yang menyediakan fitur keamanan ekstra bagi pengguna.
Sebelumnya perusahaan Apple telah meluncurkan fitur Lockdown Mode pada tahun dua ribu dua puluh dua untuk perangkat iPhone dan macOS.
Persaingan Standar Keamanan Antara Perusahaan Teknologi Raksasa
Alphabet juga telah memperkenalkan Advanced Protection Mode untuk sistem operasi Android pada tahun dua ribu dua puluh lima yang lalu.
Kedua fitur keamanan dari pesaing tersebut juga membatasi fungsi tertentu demi meningkatkan keamanan termasuk pembatasan aplikasi serta lampiran file.
Menurut peneliti Citizen Lab John Scott-Railton kehadiran fitur baru milik WhatsApp merupakan sebuah perkembangan yang sangat positif bagi dunia.
Ia menilai bahwa fitur ini dapat melindungi aktivis serta para pembangkang dari ancaman spionase digital yang semakin marak terjadi.
Kehadiran fitur Strict Account Settings diharapkan mampu memicu penyedia teknologi lainnya untuk segera memperkuat standar keamanan digital bagi publik.
Dampak Positif Bagi Keamanan Data Dan Privasi Global
John Scott-Railton menyatakan harapan besarnya agar perusahaan teknologi lain segera mengikuti langkah WhatsApp dalam memperkuat sistem keamanan bagi pengguna.
WhatsApp berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi perlindungan data guna menghadapi tantangan serangan siber yang semakin hari semakin kompleks saja.
Fitur Strict Account Settings menjadi solusi tepat bagi mereka yang memprioritaskan keamanan data pribadi di atas kemudahan fitur fungsional.
Pengguna kini memiliki kendali penuh untuk menutup celah komunikasi yang sering dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan siber internasional tersebut.
Implementasi fitur ini sekaligus mempertegas posisi WhatsApp sebagai platform pesan instan yang paling peduli terhadap privasi serta keamanan pengguna.












