BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengungkap hal mengejutkan. Striker Ferdinand Sinaga disebut ingin kembali memperkuat Persib.
Ferdinand sendiri merupakan bagian dari PSM Makassar. Namun, ia akhirnya pindah ke klub Liga 2, yaitu PSMS Medan.
Namun, hasrat Ferdinand kembali ke Persib harus pupus. Sebab, PSSI memberlakukan jendela transfer ‘aneh’ karena dibuka beberapa waktu lalu, bukan saat jeda kompetisi atau akhir putaran pertama.
Syaratnya, pemain dari klub Liga 1 tak boleh pindah ke sesama klub Liga 1. Meski begitu, pemain Liga 1 boleh pindah ke klub Liga 2 atau sebaliknya. Selain itu, klub Liga 1 diperbolehkan mendatangkan pemain asing.
Ini jadi hal janggal yang disoroti Robert. Sebab, transfer semacam itu tak pernah terjadi sebelumnya. Sehingga, transfer yang dilakukan cukup ‘unik’.
Padahal, banyak pemain dari klub Liga 1 yang ingin hengkang ke Persib. Namun, hal itu terganjal karena aturan ‘aneh’ dalam bursa transfer.
“Kami punya daftar panjang pemain yang mau datang bermain untuk Persib Bandung, salah satunya Ferdinand Sinaga yang selalu menjalin pembicaraan. Tapi (transfer pemain lokal sesama klub Liga 1) itu tidak dibolehkan,” kata Robert, Rabu (21/10/2020).
Persib sendiri menurutnya bersikap profesional. Para pemain dijaga begitu baik meski hanya diberi gaji 25 persen sesuai arahan PSSI.
“Yang terpenting adalah bagaimana menjaga sebisa mungkin pemain yang dimiliki dan saling menguatkan satu sama lain, klub percaya pada pemain dan pemain percaya kepada klub. Ini adalah bentuk dari profesionalisme,” jelasnya.
Soal kebijakan transfer ‘aneh’ tersebut, Robert mengaku hingga kini belum mendapat surat resmi dari PSSI maupun PT LIB. Sehingga, kebijakan yang ada dirasa mengambang dan hanya bermanfaat bagi segelintir klub, terutama yang kehilangan pemain asing.
“Semua ini sangat mengambang dan seperti palsu. Ini hal terburuk yang bisa terjadi dan apapun harus terkonfirmasi. Kapan transfer window? Dijelaskan tanggal demi tanggal, lalu dijelaskan standar pemainnya,” ucapnya.
Jika kebijakan transfer itu dibuka secara transparan dan serba jelas, tentu itu tak akan jadi pertanyaan. Namun, yang terjadi, kebijakan transfer pemain tak terbuka dan tak bermanfaat untuk kemajuan sepak bola Indonesia.
“Ini tidak membantu sepak bola Indonesia. Kami butuh ketegasan, profesionalisme, dan jawaban atas persoalan semacam ini supaya semua klub tahu apa yang terjadi,” papar Robert.
“(Sehingga jendela transfer mendadak dibuka) bukan hanya kepentingan satu atau tiga klub yang tiba-tiba meminta adanya transfer window lagi untuk mengisi kuota pemain asing mereka karena mereka kehilangan pemain asing. Saya rasa ini isu yang harus disampaikan,” tandas Robert. (ors)












