CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Yudis Mahasiswa FH Unpas Bagi Tips Raih IPK Cumlaude

Tiwi Kasavela
29 Maret 2021
Yudis Mahasiswa FH Unpas Bagi Tips Raih IPK Cumlaude

Yudistya Putra Denis bersama salah satu peserta Global Alliance for Justice Education (GAJE) 2019. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Mahasiswa Semester VIII Fakuktas Hukum, Program Kekhususan Hukum Pidana Universitas Pasundan (Unpas), Yudistya Putra Denis berbagi tips raih IPK Cumlaude.

Yudis sendiri, sapaan akrabnya terakhir meraih IPK 3,94.

“Bagi saya memiliki IPK tinggi adalah sebuah bonus,karena yang paling terpenting dalam proses belajar di kampus adalah bagaimana ilmu itu bisa saya terima,cerna, dan pahami dengan baik,” terangnya kepada PASJABAR, Senin (29/3/2021).

Menurut Yudis yang tidak kalah penting selain IPK adalah bagaimana hasil dari IPK/Nilai serta pembelajaran yang ia dapatkan bisa bermanfaat bagi orang banyak dan dipertanggungjawabkan di masyarakat ketika ia akhirnya lulus nanti.

“Meraih IPK tinggi pasti tidak mudah tentu perlu ketekunan, keseriusan, dan doa dari seorang mahasiswa, untuk meraih IPK tinggi pasti kita harus bisa pintar-pintar mengatur jadwal, kita harus bisa imbang antara kegiatan kuliah dan kegiatan non akademik lainya (misal main, organisasi ataupun kegiatan di luar kuliah nantinya) dan yang tak kalah penting adalah banyak diskusi dengan orang banyak untuk memperluas wawasan mahasiswa,” paparnya.

Yudis melanjutkan bahwa untuk meraih IPK yang tinggi, mahasiswa mestinya tidak hanya mengandalkan pembelajaran di kelas, tapi harus bisa aktif dan punya strategi serta usaha maksimal di luar kelas untuk mendapatkan hasil maksimal.

Baca juga:   Nilai Kebudayaan Daerah Memiliki Peran Signifikan Bagi Penguatan NKRI

“Tetapi lagi-lagi saya mengatakan bahwa IPK tinggi merupakan bonus, jadi fokus utamanya tetap cari ilmu bukan nilai semata, karena dengan ilmu kita bisa bermanfaat untuk orang banyak,namun dengan nilai belum tentu kita bisa bermanfaat orang banyak karena orientasi mahasiswa hanya nilai saja,” imbuhnya.

Untuk meraih IPK yang tinggi juga terang Yudis harus berimbang dengan adanya rasa tanggung jawab, salah satunya dengan cara masuk kelas setiap saat, tetapi untuk rajin belajar bagi Yudis minimal membaca buku, berita maupun materi bermanfaat lainya hal itu menurutnya sudah cukup.

“Jadi tidak perlu juga harus setiap hari belajar karena akan membosankan juga bagi mahasiswa, disamping itu learning by doing juga tak kalah penting untuk meraih IPK tinggi, sebagai mahasiswa kita jangan tau teori-teori saja di kelas, kita juga harus bisa praktek di lapangan untuk memperkaya wawasan kita sebagai mahasiswa caranya yaitu dengan bertemu dan diskusi dengan orang banyak,” urainya.

Yudis menambahkan bahwa untuk meraih IPK tinggi harus bisa menyeimbangkan antara kegiatan kuliah dan kegiatan non akademik lainnya, karena networking di luar juga tidak kalah penting disamping IPK dan kepintaran mahasiswa semata di kelas.

Baca juga:   Valda Mahasiswi FH Unpas Analisis Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

“Hambatan tentu di setiap kehidupan pasti ada dan mengalami, tapi bagi saya hambatan terbesar dalam diri saya adalah melawan rasa malas, karena tentu bagi setiap mahasiswa punya rasa malas, namun ketika dihadapkan dengan hal tersebut bagaimana kita bisa menyikapinya dengan bijak, bisa keluar dari zona nyaman. Tentu hal tersebut merupakan dinamika kuliah yang akan membuat nantinya kita bisa punya manajemen konflik yang baik,” terangnya.

Di samping itu, sambung Yudis hambatan yang ia terima adalah ketika harus menerima sesuatu hal baru, misal teori-teori baru, tentu perlu penyesuaiannya dari awalnya tidak mengerti ke arah menjadi mengerti dengan dipaksakan, tetapi itu semua harus ia lewati semata-mata untuk mendapatkan ilmu pengetahuan maksimal yang nantinya bisa ia amalkan ke masyarakat banyak.

“Keuntungan saya meraih IPK tinggi  yaitu dalam proses permohonan beasiswa saya bisa satu langkah lebih maju dibanding dengan mahasiswa lainya, disamping itu punya IPK tinggi merupakan suatu kebanggaan juga buat semua orang tua, khususnya orang tua saya sendiri. Belum lagi ditambah ketika memiliki IPK tinggi dalam mengikuti kegiatan-kegiatan akademik maupun non akademik yang memiliki persyaratan IPK, tidak menjadi kesulitan bagi saya untuk daftar dan diterima sebagai syarat awal,” tandasnya.

Baca juga:   Mahasiswa Harus Hormati Dosen, Begini Hadisnya

Yudis berharap kedepannya ia bisa menjadi kebanggaan untuk kedua orang tua melalui keberhasilannya dalam meraih cita-cita untuk menjadi seorang hakim dan disamping itu harapannya adalah kelak bisa  mempertanggung jawabakan atas IPK serta semua yang ia dapatkan hari ini dengan cara mengamalkan ilmu di dalan kelas untuk masyarakat banyak, sehingga ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah benar-benar bisa bermanfaat untuk orang banyak.

“Saya juga berpesan bagi semua mahasiswa yang ingin mendapatkan IPK yang lebih baik untuk selalu tekun, usaha maksimal serta berdoa. Jadikanlah IPK tinggi sebagai bonus, belajar untuk mendapatkan ilmu lebih baik daripada mengejar IPK semata, punya harapan IPK tinggi tidak salah tetapi alangkah baiknya orientasi mahasiswa di bangku kuliah untuk ilmu bukan nilai semata,” tandasnya.

“The impossible and possible happen from a mindset and mindsets are developed through the words we speak and we tell to ourselves, when others speak about impossibility, i prefered closing my ears. When i believe , i believe,” pungkas Yudis menutup perbincangan. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: CumlaudeFH UnpasIPKmahasiswaRaihtipsYudis


Related Posts

Miss Via Bagikan Tips Meningkatkan Public Speaking dan Kesalahan yang Sering Terjadi
PASKREATIF

Miss Via Bagikan Tips Meningkatkan Public Speaking dan Kesalahan yang Sering Terjadi

9 Maret 2026
Editor Bagikan Tips Agar Naskah Penulis Dilirik Penerbit
PASKREATIF

Editor Bagikan Tips Agar Naskah Penulis Dilirik Penerbit

7 Maret 2026
street fighter STKIP Pasundan
HEADLINE

Mahasiswa STKIP Pasundan Cimahi Adu Nyali di Street Fighter, 62 Peserta Bertarung di Atas Ring!

12 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.