CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Lahan Pertanian Alami Degradasi Kualitas, Ini Solusinya

Yatti Chahyati
23 November 2021
Era Baru Pertanian Dengan Sistem Irigasi Pintar Encomotion

Ilustrasi (https://m.antaranews.com/berita/2100382/bantul-gandeng-bmkg-bina-kelompok-tani-pahami-iklim-untuk-pertanian)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dosen Fakultas Pertanian UGM ,Eka Tarwaca Susila Putra, Ph.D., menilai kondisi lahan pertanian saat ini mengalami degradasi kualitas lahan. Sementara kebutuhan pangan dari hasil pertanian semakin meningkat.

“Jika kondisi ini terus menerus terjadi maka akan memunculkan kendala terkait dengan lahan. Saat ini kondisi lahan bukan semakin membaik tetapi malah mengalami pengurusan,” kata Eka dikutip PASJABAR dari laman UGM, Selasa (23/11/2021).

Dua permasalahan utama yang dihadapi sektor pertanian saat ini, 70 % orang tinggal di perkotaan . Artinya 70% konsumen hasil tani berada di kota sedangkan keseluruhan hasil tani dihasilkan di desa. Sebab, permasalahan tersebut distribusi hasil tani membutuhkan biaya yang tinggi sehingga menyebabkan produk hasil tani tidak kompetitif.

Selain itu, kata Eka kondisi ini menyebabkan kualitas hasil pertanian akan menurun karena kurangnya zat hara pada lahan. Lahan yang tercemar akibat penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebih, dapat menjadi pemicu ledakan populasi hama, penyakit, dan gulma, serta dalam kondisi cuaca ekstrem dapat menyebabkan banjir dan kekeringan.

“Sehingga diperlukan solusi baru dalam proses produksi tanaman,” ungkap Eka.

Salah satunya, kata Eka dengan hidroponik, kendati masih bersifat sebagai pendamping dan belum dapat menggantikan penggunaan lahan, namun hidroponik dapat menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan hasil pertanian ke masyarakat kota. Hidroponik memiliki keunggulan yaitu hemat penggunaan sumber daya dan tidak mencemari lingkungan.

“Dalam hidroponik proses produksi memiliki media selain tanah dapat berupa benda padat dan media cair,” sambung Eka.

Salah satu Praktisi Hidroponik, Ningrum mengatakan, keunggulan utama yang dapat menjadi pembeda sistem hidroponik yaitu dapat lebih mudah mengontrol nutrisi bagi tanaman. Dia mengungkapkan hasil tani hidroponik dari segi fisik tidak akan sebaik tanaman lahan. Namun untuk kualitas nutrisi hasil tani hidroponik jauh lebih baik karena tidak menggunakan pestisida.

“Sampai saat ini saya belum menemukan kesulitan yang berarti dalam budi daya pertanian menggunakan hidroponik,” tutup Ningrum. (ytn)

 

Print Friendly, PDF & Email
Baca juga:   Tirta Raharja Raih Penghargaan UN Women Asia-Pasifik
Editor:
Tags: HidroponikpertanianUGM


Related Posts

Universitas Gadjah Mada (UGM)
HEADLINE

Universitas Gadjah Mada Raih Skor SINTA Tertinggi se-Indonesia

9 Januari 2024
Kominfo Siap Luncurkan Panduan Etik Penggunaan AI
PASNUSANTARA

Kominfo Siap Luncurkan Panduan Etik Penggunaan AI 

12 Desember 2023
Kasus Bunuh Diri Meningkat Hingga 826 Kasus Ungkap Kemenkes
PASKESEHATAN

Kasus Bunuh Diri Meningkat Hingga 826 Kasus Ungkap Kemenkes

16 Oktober 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.