BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui tim program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Melakukan pemberdayaan masyarakat, pascapanen jamur di Desa Jatirejo Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Adapun komoditas jamur, yang digunakan yaitu jamur tiram maupun jamur kuping. Program tersebut terdiri dari pelatihan pengolahan jamur menjadi produk olahan Hingga pelatihan pemasaran produk. Selain memanfaatkan potensi dari pascapanen jamur. Tim PHP2D Himatika juga memanfaatkan limbah baglog yang diolah menjadi pupuk organik.
“Kami melihat Desa Jatirejo memiliki potensi (jamur) yang sangat melimpah tetapi sayangnya banyak masyarakat yang menjual jamur secara langsung. Padahal, jamur dapat dimanfaatkan dan bisa diolah menjadi berbagai makanan. Apalagi dalam kondisi pandemi, banyak produk jamur yang tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang jika tidak diolah,” kata Ketua Tim PHP2D Himatika FMIPA UNS, Bayu Purboutomo dikutip PASJABAR dari laman UNS, Sabtu (27/11/2021).
Melihat adanya potensi pascapanen jamur tersebut, maka Tim PHP2D Himatika FMIPA UNS mengusulkan program hulu ke hilir produksi jamur. Program tersebut terdiri dari pelatihan pengolahan jamur menjadi produk olahan hingga pelatihan pemasaran produk.
Selain memanfaatkan potensi dari pascapanen jamur berupa pelatihan jamur krispi. Tim PHP2D Himatika juga, memberi edukasi kepada masyarakat. Mengenai dampak lingkungan dari produksi jamur, serta memberdayakan masyarakat, khususnya petani jamur untuk membuat pupuk dari baglog jamur. (ytn)












