BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memiliki dua departemen dalam bidang ilmu kebumian, yaitu Departemen Teknik Geomatika dan Departemen Teknik Geofisika.
Kepala Departemen Teknik Geomatika, Danar Guruh Pratomo ST MT PhD, mengatakan keilmuan Teknik Geomatika bersifat lebih kuantitatif jika dibandingkan dengan Teknik Geofisika yang bersifat kualitatif.
“Jika Teknik Geomatika memperhitungkan sebuah pergerakan lempeng, Teknik Geofisika yang dapat menceritakan bagaimana hal itu dapat terjadi,” terangnya seperti dikutip PASJABAR dari laman its, Minggu (8/5/2022).
Lebih lanjut, Danar menjelaskan bahwa Teknik Geomatika bertugas menyajikan data geospasial seperti dalam bentuk peta. Untuk proses belajar mahasiswa, departemen yang mulanya bernama Teknik Geodesi ini menyediakan lima laboratorium, yaitu Geodesi dan Geodinamika, Geospasial, Survei dan Kadaster, Geomarin, serta Geoinformatika.
Sementara, Kepala Departemen Teknik Geofisika ITS, Dr Dwa Desa Warnana SSi MSi menjelaskan, Teknik Geofisika mempelajari struktur perlapisan di bawah permukaan bumi. Dari sana, dapat diketahui kemungkinan keberadaan suatu sumber daya meskipun tidak dilakukan pengeboran.
“Kami juga menyediakan laboratorium penunjang, yaitu Eksplorasi Mineral dan Air Tanah serta Geofisika Teknik dan Lingkungan,” bebernya.
Ia mengatakan kedua keilmuan ini saling melengkapi. Misalnya, survei oleh Teknik Geofisika dapat dilakukan dengan bantuan peta topografi hasil dari keilmuan Teknik Geomatika. (*/ytn)












