CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 1 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Unpad Rancang Permainan untuk Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia

Nissa Ratna
4 Oktober 2022
Dosen FIB Unpad Rancang Permainan untuk Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia

Dosen FIB Unpad Rancang Permainan untuk Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia (Foto: Kanal Media Unpad)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Mempelajari bahasa dan sastra Indonesia belum menjadi aktivitas yang diminati oleh pelajar.

Meski sudah dipelajari sejak tingkat dasar, pelajaran bahasa dan sastra Indonesia masih dianggap sulit dan susah dimengerti.

Tidak heran jika masih banyak masyarakat yang salah dalam menerapkan kaidah berbahasa Indonesia.

Hal ini mendorong dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran untuk berupaya menggairahkan orang untuk belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Upaya ini dilakukan bukan dengan metode pengajaran konvensional, melainkan menggunakan metode permainan.

Permainan bahasa dan sastra Indonesia tersebut dikembangkan Dr. Lina Meilinawati Rahayu, M.Hum., Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., PhD, dan Baban Banita, M.Hum.

Sejak 2019, ketiganya mengembangkan permainan “Kartusa” sebagai media pembelajaran bahasa dan sastra.

Lina menjelaskan, “Kartusa” dirancang sebagai media pembelajaran yang efektif.

Hal ini merupakan implementasi dari metode pembelajaran berbasis permainan/game based learning (GBL).

Dari rujukan referensi dijelaskan bahwa metode GBL berhasil diterapkan di berbagai negara.

Metode ini berhasil memotivasi peserta didik untuk tertarik mempelajari sesuatu.

Baca juga:   Aweuhan Pasundan: Bagian II Sosial Budaya “Perkuat Komitmen Pengembangan Pendidikan dan Budaya”

Selain menerapkan metode GBL, “Kartusa” juga mengadaptasi permainan “Karuta” dari Jepang.

Permainan ini sangat diminati dan berhasil meningkatkan literasi masyarakat Jepang.

Dua rujukan ini kemudian menjadi pertimbangkan Lina dan tim untuk mengajarkan bahasa dan sastra lewat metode permainan.

“Di beberapa negara, GBL biasanya digunakan untuk belajar matematika dan berhasil memotivasi anak untuk ingin tahu. Untuk pelajaran bahasa Indonesia kita lihat masih belum banyak, untuk itu kita coba gunakan metode ini,” kata Lina.

Melalui hibah penelitian terapan dari Ditjen Dikti, perancangan “Kartusa” atau “Kartu Sastra” dilakukan.

Penelitian Berjalan 3 Tahun

Penelitian tersebut berjalan selama tiga tahun dan ditargetkan menghasilkan enam kartu permainan.

Di tahun pertama, Lina dan tim berhasil menyusun tiga jenis kartu, yaitu: satu set kartu tokoh sastra Indonesia dan karyanya, satu set kartu kosakata berupa kata-kata dari KBBI yang jarang digunakan, serta satu set kartu sinonim.

“Kenapa sinonim yang digunakan? Karena kemampuan sinonim merupakan kemampuan kognitif berbahasa,” imbuh Lina.

Baca juga:   Jusuf Kalla Kagum Saat Lihat Masjid Raya Al Jabar

Di tahun kedua, ketiganya juga berhasil menyusun tiga jenis kartu, yaitu: satu set kartu antonim, satu set kartu pantun, dan satu set karmina atau pantun kilat.

Karmina dipilih agar pemian dapat mengenal kembali jenis karya sastra klasik.

Kendati enam kartu telah berhasil dirancang di tahun kedua berjalannya penelitian, Lina dan tim kemudian mencari model permainan apa lagi yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran bahasa dan sastra.

Dari penelaahan ditemukan bahwa saat ini generasi ini menyukai permainan berbasis papan (board game).

Hal ini pun mendorong Lina dan tim untuk menyusun board game yang mengusung tema bahasa dan sastra.

Di tahun ketiga, tiga buah board game berhasil dirancang, yaitu: “Jelajah Sastra”, “Labirin Sandiwara”, dan “Jelajah Bahasa”.

Baban menuturkan, permainan ini menggunakan basis permainan yang umum dilakukan, seperti ular tangga, labirin, serta monopoli.

Selain itu, permainan ini juga bisa dimainkan oleh pelajar sekolah dasar, menengah, atas, hingga mahasiswa.

Baca juga:   Paguyuban Pasundan Kerjasama dengan PTPN VIII Kembangkan Kawasan Pendidikan di Ciater

“Materi dari permainan bisa disesuaikan dengan kurikulumnya,” kata Baban.

Permainan Sudah Diujicoba

Lebih lanjut Baban mengatakan, permainan ini sudah diujicobakan baik kepada pelajar SMA hingga mahasiswa.

Diakuinya, banyak yang kesulitan saat memainkan atau menebak tokoh sastra hingga kutipan dari karya yang dibuatnya.

Karena itu, kartu ini diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan minat pelajar terhadap bahasa dan sastra.

“Selama ini pelajaran bahasa dan sastra Indonesia tidak begitu diminati. Hal ini menjadikan literasi kita masih rendah. Permainan ini diharapkan akan menarik minat mereka untuk lebih senang membaca,” tambah Lina.

Selain itu, lanjut Lina, metode permainan juga dapat mendorong kerja sama antara pemain, mampu berkompetisi secara adil, mengapresiasi setiap kemenangan ataupun kekalahan, hingga menghilangkan strata antar pemain.

Baban mengatakan, ke depan, “Kartusa” akan diadaptasi ke dalam bentuk digital.

Dengan berbentuk digital, permainan ini diharapkan dapat digunakan oleh banyak orang.

“Ke depan juga bisa dijadikan lomba dengan tingkat kesulitannya yang bisa disesuaikan,” ujarnya. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Sastra Indonesiaunpad


Related Posts

unpad
HEADLINE

Fakultas Farmasi Unpad Buka Prodi Rekayasa Kosmetik Jenjang S1

21 Januari 2026
ukt Unpad
HEADLINE

Unpad Tegaskan Tidak Naikkan UKT Mahasiswa hingga Tahun 2029

12 Januari 2026
unpad
HEADLINE

Unpad Resmi Lantik Dekan Baru Fakultas dan Sekolah Periode 2026–2030

2 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Anak digigit anjing di Cibuntu Bandung. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Teror Kawanan Anjing Di Cibuntu: Seorang Anak Kecil Terluka Parah Akibat Digigit Hewan Peliharaan Yang Lepas Ke Pemukiman Warga

1 Februari 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Seorang anak kecil menjadi korban gigitan kawanan anjing peliharaan saat sedang melintas di Jalan Cibuntu...

STKIP Pasundan Open

Universitas Esa Unggul dan UNDIP Juara Umum STKIP Pasundan Open Tournament Piala Kemenpora 2026 Series II

1 Februari 2026
Andrew Jung. (Foto: Official Persib)

Bojan Hodak Bongkar Rahasia! Alasan Andrew Jung Langsung Ditarik Keluar Usai Cetak Gol ke Gawang Persis Solo

1 Februari 2026
STKIP Pasundan dukung gowes

STKIP Pasundan Dukung Gowes Baraya Bandung, Kampanyekan Hidup Sehat dan Kebersamaan Warga

1 Februari 2026
NASA misi luar angkasa

NASA Umumkan Misi Astronot Swasta Baru, Axiom Space Jadi Andalan

31 Januari 2026

Highlights

STKIP Pasundan Dukung Gowes Baraya Bandung, Kampanyekan Hidup Sehat dan Kebersamaan Warga

NASA Umumkan Misi Astronot Swasta Baru, Axiom Space Jadi Andalan

Imbang Lawan Irak, Indonesia Kukuh di Puncak Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026

Universal Pastikan Fast Forever Rilis Maret 2028 di Bioskop

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.