CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 1 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Mengupas Fakta Menarik Dunia Kedokteran Bersama FK Unpas

Nissa Ratna
23 Oktober 2022
FOTO : Vaksinasi Bagi Tenaga Kesehatan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Di dunia kedokteran, banyak fakta menarik yang bisa diulas. Mulai dari tulisan resep dokter yang sulit dibaca, studi kedokteran yang memakan waktu lama, hingga jasad manusia (kadaver) yang digunakan untuk belajar anatomi.

Apa alasannya? Berikut tanya jawab seputar dunia kedokteran bersama Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (Unpas) Prof. Dr. Dedi Rachmadi, dr., Sp.A(K)., M.Kes. yang dirangkum dari Podcast Unpas Talk Episode 40.

  1. Kenapa tulisan dokter sulit dibaca?

Kalau tulisan resep dokter susah dibaca, bagaimana petugas farmasi bisa memahaminya? Padahal, jika petugas farmasi salah membaca resep obat, risikonya bisa berbahaya. Dikhawatirkan, pasien menerima jenis obat atau dosis yang tidak sesuai rekomendasi.

Menurut Prof. Dedi, banyaknya pasien yang harus diperiksa dalam waktu praktik terbatas membuat dokter lebih mementingkan informasi dari pasiennya untuk menentukan penanganan yang perlu dilakukan, dibanding menyempurnakan tulisannya.

Baca juga:   FK Unpas Luluskan 42 Mahasiswa Angkatan Pertama Tahun Ini

“Bagi orang yang mendalami ilmu kedokteran dan obat-obatan sebetulnya tidak ada masalah, karena mereka pasti mengerti istilah-istilah medis dan memiliki pemahaman yang sama. Singkatan aturan minum, nama obat, dan lain-lain mereka paham. Berbeda dengan pasien atau orang awam,” katanya.

  1. Kenapa masa studi Kedokteran memakan waktu lama?

Bukan rahasia umum kalau kuliah di jurusan Kedokteran butuh waktu lebih lama dari jurusan lain. Mahasiswa Kedokteran akan menghabiskan waktu sekitar 7 tahun masa studi.

“Ilmu yang dipelajari sangat komprehensif. Dokter harus bisa menilai suatu penyakit dari berbagai aspek supaya pasien tidak bertambah parah, bahkan mengupayakan pengobatan untuk menghindari kematian dan kecacatan,” terangnya.

Baca juga:   Baru Sebulan Dilantik, Anggota DPRD Kota Bandung Ini Sudah Jadi Tersangka Korupsi

Selain menjalankan kuliah reguler selama 3,5 – 4 tahun, mahasiswa kedokteran juga harus melewati tahapan co-assistant (koas) atau program profesi dokter yang umumnya berlangsung 2 tahun.

Di tahap koas, mahasiswa akan berhadapan dengan pasien dan mesti siap mendiagnosis penyakit, memeriksa fisik pasien, sampai membuat resep.

“Setelah melewati tahapan itu, barulah mahasiswa Kedokteran disumpah dan diberi gelar dokter. Masa studi tersebut juga belum termasuk program spesialisasi,” lanjutnya.

  1. Kalau dokter sakit, apakah dokter juga berobat ke dokter lainnya?

Prof. Dedi mengatakan, dokter bisa mengetahui dan membedakan gejala penyakit ringan atau berat. Apabila gejalanya ringan, dokter akan berobat sendiri tanpa perlu pengobatan atau resep dokter. Namun, jika di awal sudah tampak gejala spesifik, dokter akan konsul ke spesialis.

“Saya lulusan ilmu kesehatan anak, bidang ginjal anak. Ketika ada gejala kencing manis atau diabetes pada pasien saya, saya tentu berkonsultasi dengan ahli penyakit dalam. Begitu juga dengan saya ketika sakit,” terangnya.

Baca juga:   Penjelasan Dokter dari FK Unpas Tentang Apa Itu Diplopia yang Diderita Marquez

   4. Apakah mahasiswa Kedokteran hanya bisa belajar anatomi menggunakan kadaver?

Proses pembelajaran anatomi membutuhkan kadaver (jasad manusia yang diawetkan) sebagai alat peraga. Namun, seiring berkembangnya zaman, belajar anatomi tidak selalu menggunakan kadaver.

“Urutannya, belajar dengan patung tiga dimensi dulu, lalu manekin (boneka phantom) berbahan silikon, potongan tubuh yang diawetkan (sintesa), baru kadaver,” jelas Prof. Dedi.

Hal ini karena penggunaan kadaver harus mengikuti aturan khusus. Apalagi, FK Unpas baru 4 tahun berdiri, sehingga penggunaan kadaver atau potongan tubuh yang diawetkan masih diperoleh dari perguruan tinggi pembina. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: Dunia KedokteranFK unpas


Related Posts

Dr Agung Firmansyah Sumantri
HEADLINE

LIC untuk Mempersiapkan Dokter Adaptif dan Berorientasi Masalah Kesehatan Daerah

18 November 2025
Lulusan FK Unpas
HEADLINE

Pencapaian Luar Biasa FK Unpas Meluluskan Profesi Dokter Hingga 97 Persen

11 November 2025
dokter baru Unpas
HEADLINE

dr. Mohammad Dafa: “Bukan dari Keluarga Dokter, Tapi Saya Bisa Buktikan

10 November 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Skuad Arsenal merayakan gol Martin Zubimendi ke gawang Leeds United, Sabtu (31/01/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson
HEADLINE

Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

1 Februari 2026

LEEDS, WWW.PASJABAR.COM -- Arsenal meraih kemenangan besar saat bertandang ke markas Leeds United dalam lanjutan kompetisi Liga...

Pemain Barcelona Lamine Yamal (kiri) berebut bola dengan pemain Elche John Donald pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Elche vs Barcelona (c) AP Photo/Jose Breton

Barcelona Bungkam Elche 3-1: Lamine Yamal Tampil Sempurna Saat Blaugrana Curi Poin Penuh Di Estadio Martinez Valero

1 Februari 2026
Anak digigit anjing di Cibuntu Bandung. (Uby/pasjabar)

Teror Kawanan Anjing Di Cibuntu: Seorang Anak Kecil Terluka Parah Akibat Digigit Hewan Peliharaan Yang Lepas Ke Pemukiman Warga

1 Februari 2026
STKIP Pasundan Open

Universitas Esa Unggul dan UNDIP Juara Umum STKIP Pasundan Open Tournament Piala Kemenpora 2026 Series II

1 Februari 2026
Andrew Jung. (Foto: Official Persib)

Bojan Hodak Bongkar Rahasia! Alasan Andrew Jung Langsung Ditarik Keluar Usai Cetak Gol ke Gawang Persis Solo

1 Februari 2026

Highlights

Universitas Esa Unggul dan UNDIP Juara Umum STKIP Pasundan Open Tournament Piala Kemenpora 2026 Series II

Bojan Hodak Bongkar Rahasia! Alasan Andrew Jung Langsung Ditarik Keluar Usai Cetak Gol ke Gawang Persis Solo

STKIP Pasundan Dukung Gowes Baraya Bandung, Kampanyekan Hidup Sehat dan Kebersamaan Warga

NASA Umumkan Misi Astronot Swasta Baru, Axiom Space Jadi Andalan

Imbang Lawan Irak, Indonesia Kukuh di Puncak Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026

Universal Pastikan Fast Forever Rilis Maret 2028 di Bioskop

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.