CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 1 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Kisah Perajin Sepatu Cibaduyut, Bangkit dengan Go Online

Nissa Ratna
26 November 2022
Kisah Perajin Sepatu Cibaduyut, Bangkit dengan Go Online

Kisah Perajin Sepatu Cibaduyut, Bangkit dengan Go Online (Foto: Humas Bandung)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Berbicara tentang fesyen, Kota Bandung memiliki kawasan yang menjadi surganya sepatu lokal, yaitu Cibaduyut.

Cibaduyut sudah sejak lama dikenal sebagai sentra industri sepatu lokal terbesar sekaligus tertua di Kota Bandung.

Di sana, banyak aktifitas perdagangan pembuatan sepatu yang dikelola oleh penduduk di sana.

Salah satunya Dindin Kurniadi (41) perajin sepatu kulit yang ada di Cibaduyut.

Ia sudah belasan tahun berkecimpung di pembuatan sepatu kulit. Usaha pembuatan sepatu kulit ini dimulai Dindin sejak 2007 silam. Ia merupakan generasi kedua meneruskan usaha orang tuanya.

Dindin mengatakan, salah satu motivasi ia terjun menjadi perajin sepatu adalah untuk menjaga kualitas produksi sepatu di Cibaduyut.

“Dulu kan sempat terkenal ya sepatu Cibaduyut tuh ‘Bogis’ Rabu beli Kamis rusak. Ini kan jadi imej yang memprihatinkan dunia alas kaki di Cibaduyut. Ini jadi motivasi saya bagaimana caranya citra sepatu Cibaduyut ini bisa terangkat kembali. Kita ingin jaga kualitasnya,” ujarnya.

Ia bercerita saat masa kejayaannya ia dapat membuat ribuan pasang sepatu per Minggu dengan jumlah pekerja mencapai 35 orang.

Sepatu yang ia buat telah dipasarkan hampir ke seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai mancanegara.

Pandemi Hampir Membuat Gulung Tikar

Namun bisnisnya bukan tanpa kendala, pendemi membuat usaha sempat berhenti dan hampir gulung tikar.

Baca juga:   Nu Art Sculpture Park Bandung Suguhkan Keindahan Budaya Bali untuk Liburan

“Sejak 2014 kesini makin menurun, puncak turunnya di 2020 itu pas pandemi,” ujarnya.

Dua tahun terseok-seok akibat pandemi, kini perlahan industri sepatu di Cibaduyut mulai bangkit perlahan.

Dindin mengatakan saat ini para perajin mendapatkan pendampingan penuh dari Pemkot Bandung untuk mulai memasarkan produknya memalui pemasaran online, pelatihan dan diikutkan dalam berbagai pameran.

“Ini respon yang sangat baik dari pemerintahan melalui kelurahan, kita dapat pendampingan dari Pemkot Bandunh yang begitu total. Pada saat ini kan mau merangkak lagi, momentum ini sangat tepat sekali didampingi oleh pihak pemerintah sehingga peluangnya lebih terbuka,” katanya.

Pemasaran online, lanjut Dindin, kini menjadi sarana yang efektif mendongkrak penjualan sepatunya.

“Dari 2019 sampai sekarang ini pemasaran online ini sangat efektif ya. Kita sudah siapkan toko toko di marketplace. Dulu costumer saya 100 persen offline, saat pandemi semua menurun. Nah yang membangkitkan sekarang adalah penjualan online,” ujar Dindin.

Untuk menjaga para pelanggannya, Dindin terus menjaga dan meningkatkan kualitas produksinya. Ia pun berani mengatakan bahwa kualitas produk sepatu Cibaduyut tidak kalah bagus dengan produk impor atau di dalam negeri.

Ia berharap, adanya pelatihan yang berkesinambungan untuk peningkatan SDM dan mendorong regenerasi perajin di Cibaduyut.

Baca juga:   Punya Kucing, Catat Jadwal Vaksin Rabies Gratis Pemkot Bandung

“Karena minat orang untuk menjadi Perajin sepatu mulai berkurang. Saya gatau 20-30 tahun lagi masih ada tukang sepatu. Solusinya dengan adanya pelatihan yang berkesinambungan, ini untuk menjaga sentra sepatu Cibaduyut semakin maju,” katanya.

Pemkot Bandung Berikan Pendampingan

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Cibaduyut, Ina Herlina mengaku telah melakukan langkah-langkah agar para pengrajin meningkatkan pemasaran dan produksinya.

Kelurahan Cibaduyut telah bekerja sama dengan salah satu universitas dan perusahaan e-commerce. Sebanyak 22 perajin dilibatkan dalam program tersebut. Mereka diharapkan bisa bertransformasi ke digital.

“Kita telah melakukan 9 kali pelatihan berkelanjutan. Para perajin kita bawa untuk memanfaatkan pemasaran online agar semakin luas jangkauannya,” ujar Ina.

“Kemarin yang kita latih itu termasuk yang anak-anak mudanya,” imbuhnya

Ina menuturkan, tantangan lainnya yakni tak banyak perajin di Cibaduyut yang memiliki brand sendiri. Tak sedikit perajin yang memproduksi untuk perusahaan besar.

Ina mengatakan, saat ini di Kelurahan Cibaduyut terdapat 195 perajin. Sementara, total perajin di Kecamatan Bojongloa Kidul mencapai lebih dari 600 perajin.

Ina mengaku saat ini berbagai program terus digulirkan dalam upaya untuk memotivasi perajin agar bisa membuat produk sendiri.

Bekerjasama dengan salah satu universitas pihaknya melakukan pelatihan pemasaran, membuat konten, edit foto dan lainnya.

Baca juga:   FKIP Unpak dan Belantara Foundation Gelar Kuliah Umum SDGs Lintas Negara

“Ini kita lakukan untuk membuat anak-anak muda di Cibaduyut untuk mau melanjutkan produksi sepatu. Kendalanya dulu mereka merasa sulit memasarkannya. Dengan program ini mudah mudahan mereka bisa punya brand,” kata Ina.

Ina menjelaskan, saat ini produksi sepatu di Cibaduyut mulai bangkit kembali dengan pemasaran online yang kini digencarkan.

“Alhamdulillah, ada peningkatan. Ada yang tambah karyawan, dan produksi juga kembali menggeliat,” ucap Ina.

Untuk terus meningkatkan pamor sentra Cibaduyut, Pemkot Bandung menggelar Festival Sentra Cibaduyut di Ciwalk sejak tanggal 8 hingga 13 November lalu.

“Festival ini dalam rangka meningkatkan brand sepatu Cibaduyut. Dengan adanya festival ini brand Cibaduyut naik kelas lagi dan sentra Cibaduyut menjadi tujuan wisata dimana wisatawan datang ke Cibaduyut,” katanya.

Selain itu, bekerja sama dengan puskesmas, kini perajin juga diberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis melalui Pos UKK (unit kesehatan kerja) bagi pengrajin Cibaduyut.

“Para petugas jemput bola langsung datang ke para perajin melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Kini, untuk memperkuat soliditas dan kolaborasi antara para perajin di Cibaduyut, Ina menggagas dibentuknya forum sepatu Cibaduyut.

“Kita bentuk forumnya agar semua dapat berkolaborasi menjadikan sentra cibaduyut menjadi semakin maju,” katanya. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: Perngrajin Sepatu CibaduyutSentra Sepatu Cibaduyut


Related Posts

Wisata Kampung Kreatif di Kota Bandung Bertambah
PASBANDUNG

Kampung Wisata Kreatif di Kota Bandung Bertambah

14 Maret 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

NASA misi luar angkasa
HEADLINE

NASA Umumkan Misi Astronot Swasta Baru, Axiom Space Jadi Andalan

31 Januari 2026

# NASA misi luar angkasa FLORIDA, WWW.PASJABAR.COM -- NASA kembali menegaskan langkah seriusnya dalam pengembangan industri luar...

Indonesia vs Irak futsal

Imbang Lawan Irak, Indonesia Kukuh di Puncak Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026

31 Januari 2026
Fast Forever

Universal Pastikan Fast Forever Rilis Maret 2028 di Bioskop

31 Januari 2026
Persib vs Persis Solo

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

31 Januari 2026
Raffi Ahmad longsor Bandung Barat

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

31 Januari 2026

Highlights

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

Sony Pictures Perkenalkan Pemeran Biopik The Beatles yang Rilis 2028

Gim Sepak Bola UFL Soccer Game 2026 Resmi Rilis di Android

Mahasiswa DKV Unpas Pamerkan Karya UAS dalam Pameran Tiga Hari

PVMBG Bongkar Penyebab Longsor Maut Cisarua, Bukan Hanya Hujan Deras

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.