CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 4 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Keterbatasan Tak Menghentikan Hendra Guru SMPN 4 Bandung Berkontribusi di Dunia Pendidikan

Nurrani Rusmana
14 November 2023
Keterbatasan Tak Menghentikan Hendra Guru SMPN 4 Bandung Berkontribusi di Dunia Pendidikan

Hendra, Guru honorer di SMPN 4 Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM โ€“ Hendra, Guru honorer di SMPN 4 Bandung mampu membuktikan dirinya bisa berkontribusi untuk sekitar meski dengan kondisi disabilitas netra.

“Tahun ini saya daftar PPPK, sudah lolos administrasi. Semoga bisa keterima jadi ASN,” ujar Hendra dikutip dari laman bandung.go.id pada Senin (13/11/2023).

Hendra memanfaatkan sejumlah fasilitas digital untuk mempermudah berkomunikasi dengan para siswa. Ada laptop dan handphone khusus yang ia gunakan. Perjalanan Hendra bisa sampai ke titik ini bukan suatu hal yang mudah.

Profile Hendra

Hendra merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Ia lahir di Tasikmalaya 32 tahun yang lalu. Dari kecil, orang tuanya telah membawa Hendra untuk berobat ke sana ke mari.

“Tiap keluarga pasti ingin anaknya normal. Sehingga waktu itu sempat beberapa kali berobat, tapi ternyata Allah berkehendak saya tetap harus tuna netra,” ucapnya.

Akhirnya, ia pun sekolah di SLBN A Kota Bandung sampai SMP. Di sanalah ia merasa memiliki motivasi dan semangat baru untuk terus berjuang.

“Tadinya saya merasa sendiri, tidak punya teman. Tapi setelah bergabung di SLB, memotivasi saya untuk semangat berjuang khususnya di dunia pendidikan,โ€ ungkapnya.

Setelah lulus, Hendra melanjutkan pendidikan ke SMAN 7 Bandung. Kemudian setelah lulus SMA, ia pun berkesempatan kuliah di UPI jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Baca juga:   Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Ziarah ke Makam Raden Dewi Sartika

“Alhamdulillah sekarang bisa bergabung jadi guru di SMPN 4 Bandung. Saya merupakan satu-satunya anggota keluarga yang memiliki disabilitas. Namun, saya juga satu-satunya di keluarga yang bisa sekolah sampai sarjana,” tutur Hendra.

Sebagai disabilitas netra, Hendra memiliki cita-cita untuk menggebrak wacana dan paradigma terhadap kaum disabilitas khususnya di Kota Bandung. Ia ingin agar para disabilitas bisa berdaya dan setara di tengah masyarakat inklusi.

“Beberapa tahun ke belakang, disabilitas itu kurang dipercayai. Namun, sekarang kami bisa diberikan kesempatan untuk berkontribusi di dunia masing-masing, seperti saya di dunia pendidikan,” jelasnya.

Paradigma zaman dulu, guru disabilitas hanya bisa mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK). Maka, Hendra sempat mengalami masa di mana ia kerap mendapatkan penolakan dari berbagai sekolah untuk mengajar.

“Dulu sempat melamar ke beberapa sekolah. Saya juga sudah berkali-kali ditolak jadi guru. Namun, alhamdulillah saya terus berjuang untuk door to door ke sekolah-sekolah. Akhirnya bisa bergabung di SMPN 4 Bandung,” kenangnya.

Suka Duka Menjadi Guru Disabilitas Netra

Kesempatan yang diberikan kepsek ini akhirnya membuat Hendra bisa berkontribusi di SMPN 4 Bandung untuk membangun dunia pendidikan. Di sinilah ia merasakan suka duka menjadi guru disabilitas netra. Awalnya Hendra kesulitan untuk berinteraksi dengan siswa. Namun, keterbatasan itu ia jadikan motivasi.

Baca juga:   Disdik Kota Bandung Belum Mau Buka Sekolah

Baginya, orang normal mencari solusi bisa dengan melangkah, tapi kalau dirinya harus berlari. Walaupun harus lebih kerja keras lagi dalam menyiapkan materi. Tapi ia bersyukur bisa sampai di titik ini.

“Mungkin awalnya murid-murid di sini bingung. Biasanya yang masuk itu guru normal, tapi kok malah saya. Namun, seiring berjalan, semuanya mencair,” akunya.

Ia mengatakan, kesulitan untuk mencairkan suasana itu sebenarnya mudah dilalui dengan pendekatan humanis. Maka dari itu, Hendra mencoba mengenali tiap siswanya melalui suara mereka masing-masing.

“Saya mengajar di dua kelas yang totalnya 70 orang siswa. Bukan hanya mengenal berbagai macam suara, tapi juga karakter anak,” akunya.

Ia berharap, bukan hanya mampu mencetak siswa yang cerdas, tapi juga memiliki karakter kuat, mental baja, dan kecerdasan akhlak. Sebab menurutnya, jika siswa sudah memiliki kecerdasan akhlak, kecerdasan lainnya akan mengikuti.

“Dengan keterbatasan yang saya miliki, akan terus berjuang untuk mencerdaskan pikiran, akhlak, dan membangun karakter anak bangsa,” terangnya.

Hendra di Mata Kepala Sekolah dan Murid

Salah satu murid di Kelas 9J SMPN 4 Bandung, Hafiz mengaku senang diajar oleh Hendra. Biasanya tugas yang diberi Hendra dalam bentuk PDF atau word.

Baca juga:   Sri Mulyani Mendidik Dengan Hati

Baginya, Hendra merupakan guru yang kekinian karena bisa mengajar menggunakan digital. Sehingga mampu mengimbangi anak-anak dan sesuai dengan era terkini.

“Nanti setelah selesai, langsung dikirim ke Pak Hendra. Pak Hendra cepat sekali periksa tugas-tugas kami. Itu bikin aku jadi semangat buat bikin tugas,” ucap Hafiz.

Pendapat serupa juga disampaikan Kepala SMPN 4 Bandung, Asep Nuryana. Meski sempat khawatir saat menerima Hendra sebagai guru, tapi ia yakin jika Hendra mampu memajukan murid-murid di SMPN 4 Bandung.

“Awalnya ada kekhawatiran, tapi setelah itu saya yakin Pak Hendra adalah sosok yang bisa menyamaratakan haknya, bisa mencerdaskan siswa-siswi di SMPN 4 Bandung,” ungkap Asep.

Ia menambahkan, Hendra bisa membuktikan jika mampu dan setara dengan guru lainnya. Sebab Hendra bukan hanya bisa mengajar, tapi juga punya talenta lain seperti dalam bidang seni, agama, dan bisa lebih banyak memberikan inspirasi bagi siswa.

“Beliau bisa membuktikan jika disabilitas mampu berkarya, menjadi seorang guru di sekolah umum. Dia mampu bersekolah di SMA umum dan kuliah di UPI. Ini membuktikan kerja keras atas upayanya yang tak pernah berputus asa,” pungkasnya. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: disabilitas netrapendidikanSMPN 4 Bandung


Related Posts

Beasiswa Unpad untuk Mahasiswa
HEADLINE

Unpad Prioritaskan Beasiswa dan Dukungan Hidup 44 Mahasiswa Korban Bencana Sumatera

9 Desember 2025
UINSGD Bandung juara
HEADLINE

UINSGD Bandung Juara Campus League The Nationals Taklukan UNY 3-0

7 Desember 2025
ziarah Dewi Sartika
HEADLINE

Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Ziarah ke Makam Raden Dewi Sartika

4 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Manajer Arsenal Mikel Arteta. (Foto: Getty Images/Catherine Ivill - AMA)
HEADLINE

Arteta Tantang Pengkritik Berdebat: Manajer Arsenal Minta Nama dan Alamat Orang yang Menyebut Timnya Terlalu Bergantung pada Bola Mati

4 Februari 2026

LONDON, WWW.PASJABAR.COM --ย Manajer Arsenal Mikel Arteta secara terbuka menantang orang yang memberikan kritik bahwa timnya terlalu bergantung...

Michael Carrick saat memimpin latihan Manchester United (c) MUFC Official

Revolusi Michael Carrick di Old Trafford: Manchester United Mulai Incar Cole Palmer dan Ruben Neves Guna Perkuat Skuad Musim 2026

3 Februari 2026
Indonesia menang 3-2 atas Vietnam di perempat final Piala Asia Futsal 2026. (instagram/@timnasfutsal)

Lolos ke Semifinal Piala Asia Futsal 2026! Timnas Futsal Indonesia Tumbangkan Vietnam Lewat Drama Lima Gol yang Sangat Menegangkan di Indonesia Arena Jakarta

3 Februari 2026
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto. (Dok. PSSI)

Nova Arianto Kembali Pimpin Garuda Asia: Timnas U17 Indonesia Siap Hadapi Uji Coba Melawan China Jelang Piala Asia 2026

3 Februari 2026
Jeremy Jacquet (kanan). (AFP)

Benteng Masa Depan Anfield: Liverpool Resmi Amankan Jasa Bek Muda Prancis Jeremy Jacquet Untuk Memperkuat Lini Pertahanan Musim Depan

3 Februari 2026

Highlights

Nova Arianto Kembali Pimpin Garuda Asia: Timnas U17 Indonesia Siap Hadapi Uji Coba Melawan China Jelang Piala Asia 2026

Benteng Masa Depan Anfield: Liverpool Resmi Amankan Jasa Bek Muda Prancis Jeremy Jacquet Untuk Memperkuat Lini Pertahanan Musim Depan

Kenyataan Pahit Liga Nusantara: Enam Tim Resmi Terdegradasi ke Liga 4 Termasuk Tim Legendaris Persikabo dan PSDS Deli Serdang

Si Tembok Indonesia di Amsterdam: Maarten Paes Resmi Bergabung dengan Ajax dan Memperkenalkan Julukan Spesialnya Kepada Publik Liga Belanda

Karma Instan Supporter Anarkis: Pelaku Pelemparan Petasan Emil Audero Kehilangan Tiga Jari Tangan Akibat Ledakan

Indonesia vs Vietnam di Perempat Final AFC Futsal Asia 2026: Misi Balas Dendam Garuda Demi Sejarah Baru

PASJABAR

ยฉ 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

ยฉ 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.