WWW.PASJABAR.COM — Anders Antonsen sangat sedih dengan kondisi Istora Senayan yang sepi penonton saat dirinya berlaga di Indonesia Open 2024 melawan Shi Yu Qi.
Anders Antosen menyebut hal itu lebih menyakitkan daripada kalah di final Indonesia Open 2024.
Hal itu disampaikan Anders Antonsen saat ditemui di mixed zone, usai bertanding di final, Minggu (9/6/2024).
Di laga itu, Antonsen kalah dari Shi Yu Qi. Bertanding tiga gim, Antonsen kalah dengan skor 9-21, 21-12, 14-21.
“Di final ini saya kalah dan sangat disayangkan karena saya ingin menang. Pujian pantas diberikan kepada Shi Yu Qi. Tak diragukan lagi, dia bermain dengan rasa percaya diri,” kata Anders Antosen.
“Saya tak sungkan menyebutkan bahwa Shi Yu Qi pantas menjadi peringkat nomor satu dunia saat diumumkan pekan depan. Selamat untuk dia,” tuturnya soal pertandingan final.
Terlepas dari hasilnya yang kurang memuaskan, Antosen juga menyoroti penyelenggaraan Indonesia Open 2024. Ia menilai ajang itu tak berisik dan penuh seperti dulu.
“Saya kecewa dan sedih melihat banyak bangku kosong, karena Istora Senayan terkenal selalu penuh dengan penonton, sangat berisik, dan banyak kegilaan lain. Jadi saya sedih melihat banyak bangku kosong,” tuturnya.
“Yang saya dengar penyebabnya adalah kenaikan harga tiket,” kata Anders Antosen.
PP PBSI sebelumnya menjual tiket turnamen badminton Super 1000 Indonesia dengan harga termurah Rp 150 ribu untuk Kategori 2 di babak 32 besar. Tiket itu merupakan harga presale.
Sementara untuk tiket termahal khususnya kelas VIP ialah Rp 2.150.000 untuk babak final.
“Seharusnya tak sulit sekitar 10 ribu orang memenuhi arena,” kata Anders Antosen soal gelaran Indonesia Open 2024.












