BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Tuah Nur berhasil menyelesaikan sidang promosi doktor Ilmu Sosial dalam kajian Ilmu Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Pasudan atau Unpas pada Senin (9/9/2024).
Sidang yang digelar di Aula Mandalasaba Dr. Djoenjoenan, Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41, Bandung, ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc. dengan promotor Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S., serta co-promotor Dr. H. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si.
Ujian disertasi Tuah Nur juga melibatkan para akademisi sebagai penguji, yaitu Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si., Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si., dan Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si.

Dalam sidang promosi doktor Unpas tersebut, Tuah Nur mempertahankan disertasinya yang berjudul “Strategi Pelayanan Publik di Era Revolusi Industri 4.0 pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi.”
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi pelayanan publik di Disdukcapil Kota Sukabumi, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.
Penelitian karya Tuah yang menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif ini, mengungkap berbagai masalah yang dihadapi Disdukcapil Kota Sukabumi.
Salah satu temuan penting adalah pelayanan yang belum sepenuhnya optimal, terutama dalam hal ketepatan waktu, ruang tunggu yang sempit, dan kompetensi pegawai yang belum maksimal.
Tuah Nur menyatakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk membantu pemerintah melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelayanan publik, khususnya di Disdukcapil Kota Sukabumi.
“Penelitian saya ini sebetulnya sebagai bahan evaluasi dari pemerintah, mudah-mudahan bisa memberikan masukan dan perbaikan kepada pelayanan Disdukcapil,” ujar Tuah ketika ditemui.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan dalam pelaksanaan strategi pelayanan, di antaranya:
- Strategi inti yang lebih berfokus pada target daripada proses pelayanan.
- Strategi konsekuensi yang menunjukkan adanya kinerja pegawai yang belum mencapai target dan penilaian yang belum memiliki pedoman baku.
- Strategi pelanggan yang menunjukkan masyarakat masih lebih memilih pelayanan offline dibandingkan aplikasi online, yang juga belum dilengkapi dengan fitur keluhan.
- Strategi pengendalian yang mencatat kurangnya sarana seperti ruang tunggu yang sempit, alat perekam yang terbatas, dan jaringan yang sering bermasalah.
- Strategi budaya yang menunjukkan belum terinternalisasinya budaya senyum, salam, dan sapa dalam pelayanan.
Tuah Nur menekankan pentingnya inovasi strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di era Revolusi Industri 4.0.
“Strategi pelayanan publik di era ini memerlukan dukungan citizen charter, sistem manajemen mutu, e-government, dan kemitraan dengan sektor swasta,” jelasnya.
Setelah berhasil mempertahankan disertasinya, Tuah Nur dinyatakan lulus dengan IPK 3,54 dan predikat sangat memuaskan, menjadikannya lulusan ke-264 di program doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas.

Ia berharap hasil penelitiannya bisa menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya yang berfokus pada pelayanan publik di era digital.
“Harapan saya, penelitian ini bisa dipakai untuk penelitian selanjutnya, terutama yang terkait dengan pelayanan publik di era Revolusi 4.0,” tambah Tuah Nur.
Sebagai penutup, Tuah Nur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya.
“Unpas sudah sangat baik, tinggal ditingkatkan lagi, dan terima kasih kepada semuanya,” pungkasnya. (han)












