BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Polisi Brimob menjadi bagian untuk bersiaga di sejumlah kecamatan rawan banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, seperti Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, dan Rancaekek, Senin (25/11/2024).
Langkah siaga Polisi Brimob untuk siaga rawan banjir ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan pencoblosan Pilkada pada 27 November mendatang.
Mengingat saat ini wilayah tersebut masih dalam kondisi musim hujan.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, menjelaskan bahwa Brimob telah dibekali perahu karet untuk membantu mobilisasi pemilih dan distribusi logistik jika banjir semakin besar.
Selain itu, dapur lapangan juga disiapkan sebagai bagian dari antisipasi.
“Betul, seperti saat ini di Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, sudah ada personel Brimob dengan perahu karet dan dapur lapangan untuk mengamankan pemungutan suara,” ujar Kusworo.
Polresta Bandung juga telah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Untuk menyiapkan alternatif lokasi TPS jika banjir menggenangi area yang telah ditentukan.
Hingga saat ini, beberapa RW di Dayeuhkolot masih terendam air, sementara curah hujan di wilayah tersebut tetap tinggi.
Sebanyak 1.200 personel kepolisian dikerahkan untuk memastikan keamanan dan kelancaran Pilkada di Kabupaten Bandung.
Strategi ini diharapkan dapat mengatasi tantangan cuaca dan banjir demi menjamin hak pilih masyarakat.
Tim Pusdalops PB Turun ke Lokasi Banjir
Dua tim Pusdalops PB dari BPBD Provinsi Jawa Barat langsung turun ke lokasi banjir di Kabupaten Bandung, Kamis (21/11/2024). Banjir sendiri mulai terjadi pukul 16.30 WIB.
Tim Pusdalops PB yang dikomandoi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Bambang Imanudin, meluncur ke Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk.
Sementara tim lainnya menuju kawasan pertigaan BNI di Kecamatan Majalaya.
BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung. Kedua Tim dari BPBD Provinsi Jawa Barat langsung berangkat untuk pendampingan assesment sekaligus membawa perahu karet.
Plh Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Anne Hermadianne Adnan mengatakan, dari hasil pantauan tim lapangan, di pertigaan BNI Majalaya, air sudah surut.
Sementara tanggul Sungai Cisunggala, anak sungai Citarik, jebol di Desa Panyadap Kecamatan Solokan Jeruk.
“Data sementara, kejadian itu mengakibatkan tiga rumah rusak dan empat warga mengalami luka-luka. Bambang juga mengunjungi korban yang mengalami luka-luka,” ujar Anne Hermadianne, Kamis (21/11/2024).
Menurut Anne, penyebab banjir yang terjadi Kampung Puja RT03/02 dan RT 01/03 Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, akibat dari hujan yang turun dengan intensitas tinggi.
“Banjir terjadi akibat dari meluapnya Sungai Cisunggalah yang mengakibatkan tanggul jebol hingga mengakibatkan tiga rumah rusak,” jelas Anne.
Tiga rumah yang rusak masing-masing milik Dedi yang dihuni tiga jiwa, milik Idah yang dihuni tiga KK dengan jumlah jiwa tujuh orang, dan rumah milik Rini yang dihuni empat jiwa.
Untuk korban luka-luka empat orang, yaitu Ida (65), Andi (21), Dani (37), dan Opal.
Sementara untuk rumah terkena dampak akibat banjir tersebut hingga saat ini masih dalam tahap assessment. (fal/*)









