BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pergeseran tanah yang terjadi di Desa Sukasirna, Cianjur, pada Rabu, 4 Desember 2024, telah meninggalkan dampak besar bagi warga setempat.
Salah satu warga terdampak pergeseran tanah di Cianjur ini, Mely Nuria Fatma, mengungkapkan kondisi rumahnya yang mengalami keretakan parah, dengan lantai dan tembok nyaris roboh.
Jalan dan jembatan di sekitar rumahnya pun amblas, memutus akses warga.
“Kami kaget, khawatir, cemas, dan takut pergeseran tanah ini akan terjadi lagi,” ujar Mely.
Ia dan keluarganya kini mengungsi ke posko sementara di Balai Desa dan Lapangan Pandawa Lima, bersama warga lainnya yang kehilangan tempat tinggal.
Pergeseran tanah ini telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari. Mely menjelaskan bahwa rumah yang roboh dan tidak layak huni memaksa keluarganya untuk mengungsi.
“Kami butuh tempat tinggal yang layak seperti semula, juga bantuan makanan pokok, alat masak, pakaian, dan kebutuhan lainnya selama di pengungsian,” harapnya.
Selain itu, warga juga khawatir dengan masa depan, terutama pendidikan anak-anak. Kerusakan jalan akibat pergeseran tanah membuat akses ke sekolah terganggu.
“Kami sangat takut jika pergeseran tanah kembali terjadi dan membahayakan bangunan sekolah,” tambah Mely.
Ironisnya, tidak ada peringatan awal dari pihak terkait sebelum bencana ini terjadi.
“Bencana ini langsung terjadi begitu saja, tidak ada tanda-tanda atau peringatan. Setelah kejadian, baru ada imbauan untuk lebih berhati-hati dengan cuaca sekarang ini,” jelasnya.
Harapan Warga
Warga berharap pemerintah dan pihak berwenang segera turun tangan untuk menangani situasi ini.
“Kami ingin tempat tinggal yang layak dan aman, serta perbaikan jalan dan jembatan yang rusak,” ungkap Mely. Ia juga menekankan pentingnya bantuan logistik selama di pengungsian.
Hingga kini, belum ada perbaikan rumah, jalan, maupun jembatan yang rusak akibat pergeseran tanah. Warga masih bertahan di posko pengungsian sementara, menunggu bantuan dan solusi dari pemerintah.
Kondisi ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana, termasuk peringatan dini dan kesiapan infrastruktur.
Pemerintah diharapkan segera bertindak untuk memulihkan situasi dan memberikan rasa aman bagi warga terdampak. (marisa/nursani)









