BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sidang Promosi Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali digelar pada Rabu (26/2/2025) di Aula Mandalasaba Dr. Djoenjoenan, Gedung Paguyuban Pasundan, Kota Bandung.
Dalam sidang tersebut, Sugianto berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Capacity Building Fungsi Penganggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung”.
Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S., dengan Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si. sebagai promotor dan Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si. sebagai co-promotor.
Bertindak sebagai penguji adalah Dr. H. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si., Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., dan Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si.
Fokus Penelitian dan Hasil yang Dicapai
Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan kapasitas DPRD dalam menjalankan fungsi penganggaran yang berperan strategis dalam pengelolaan keuangan daerah.
Sugianto menekankan bahwa keberhasilan DPRD dalam fungsi ini tidak hanya bergantung pada kewenangan formal. Tetapi juga pada kompetensi individu anggotanya.
Beberapa kendala utama dalam kapasitas DPRD Kabupaten Bandung yang diidentifikasi dalam penelitian ini meliputi:
- Kurangnya kompetensi individu anggota DPRD
- Minimnya pengembangan kapasitas yang efektif
- Kurangnya pemahaman terhadap regulasi di berbagai tingkatan pemerintahan
- Belum optimalnya sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam mendukung kinerja DPRD
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Validitas data diperkuat melalui triangulasi, cek dan ricek, serta konfirmasi hasil observasi dengan wawancara dan analisis dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa capacity building dalam fungsi penganggaran DPRD Kabupaten Bandung masih belum optimal. Terutama pada level individu.
Untuk mengatasi hal ini, Sugianto menawarkan model penguatan kapasitas DPRD yang berbasis pada lima dimensi utama, yaitu:
- Sistem
- Institusi
- Individu
- Penguatan Regulasi
- Pemberlakuan Sanksi
Penelitian ini juga menghadirkan novelty (kebaruan) dengan memodifikasi teori capacity building. Sehingga dapat lebih efektif dalam meningkatkan kinerja DPRD dalam fungsi penganggaran.
Motivasi dan Harapan Sugianto
Usai sidang, Sugianto menegaskan bahwa penguatan kapasitas DPRD sangat penting. Untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.
“Fungsi penganggaran di DPRD sangat menentukan arah perjalanan pemerintahan, khususnya Kabupaten Bandung, untuk satu tahun ke depan. Oleh karena itu, kapasitas anggota dewan harus terus ditingkatkan. Baik dari segi pengetahuan, pengalaman, maupun pemahaman terhadap regulasi yang berlaku,” ungkapnya.
Sugianto dinyatakan lulus dengan IPK 3,70 dan meraih yudisium sangat memuaskan. Ia menjadi lulusan ke-278 di Program Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas.
Terkait harapannya terhadap penelitian ini, ia menyampaikan, “Saya berharap penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya. Dalam mendalami berbagai fenomena penyelenggaraan pemerintahan. Baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.”
Sugianto juga mengungkapkan kesan positifnya selama menempuh pendidikan di Unpas.
“Saya bersyukur dapat menyelesaikan studi ini tepat waktu. Para pembimbing dan dosen di Unpas selalu memberikan motivasi. Agar mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Harapan saya, semakin banyak masyarakat yang menyekolahkan putra-putrinya di Unpas. Karena Unpas bukan hanya menekankan keilmuan dan intelektualitas, tetapi juga moralitas,” tutupnya. (han)