CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 2 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASKESEHATAN

Waspada AMS dan Hipotermia saat Mendaki Gunung Tinggi

pri
4 Maret 2025
Waspada AMS dan Hipotermia saat Mendaki Gunung Tinggi

ilutrasi camping di gunung salju. foto: freepik.com

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM — Pendakian ke gunung tinggi menawarkan keindahan luar biasa, tetapi juga menyimpan risiko kesehatan yang serius, salah satunya adalah Acute Mountain Sickness (AMS).

AMS terjadi akibat berkurangnya kadar oksigen di ketinggian, biasanya di atas 2.500 meter dari permukaan laut.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Faisal Parlindungan, menjelaskan bahwa tubuh yang belum terbiasa dengan kondisi ini dapat mengalami berbagai gejala, seperti sakit kepala, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan, susah tidur, hingga rasa melayang.

“Tubuh tidak terbiasa dengan kadar oksigen rendah, sehingga muncul gejala seperti sakit kepala dan mual. Kondisi ini disebut juga sebagai altitude sickness,” jelasnya.

Untuk mencegah AMS, pendaki disarankan melakukan aklimatisasi secara bertahap. Aklimatisasi bertujuan untuk membiarkan tubuh beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang memiliki kadar oksigen lebih rendah.

Baca juga:   Pemkab Bandung Launching Bulan Imunisasi Anak Nasional di Ciwidey

Selain itu, memperbanyak konsumsi cairan dan menghindari minuman beralkohol juga dapat membantu mencegah kondisi ini.

Jika pendaki mengalami gejala AMS, disarankan segera turun ke ketinggian yang lebih rendah, beristirahat, dan menghindari aktivitas fisik berlebihan.

Bahaya Hipotermia dalam Pendakian

Selain AMS, hipotermia juga menjadi ancaman serius saat mendaki gunung tinggi.

Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius akibat paparan dingin yang ekstrem dalam waktu lama.

“Hipotermia terjadi akibat paparan suhu dingin dalam waktu lama, menyebabkan suhu tubuh turun drastis dan mengganggu fungsi organ vital,” ungkap dr. Faisal.

Gejala utama hipotermia meliputi tubuh menggigil hebat, kulit pucat dan dingin, bicara kacau, kebingungan, tidak responsif, serta denyut jantung dan pernapasan yang melambat.

Baca juga:   Kasus Hepatitis Akut di Indonesia, di Jabar Ada 1

Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan baik.

Untuk menghindari hipotermia, pendaki harus mengenakan pakaian berlapis yang mampu menahan suhu dingin, seperti jaket berbahan thermal dan pakaian dalam berbahan wol.

Selain itu, menghindari kondisi basah, baik akibat hujan maupun keringat berlebih, juga menjadi langkah penting untuk mencegah hipotermia.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Mengingat bahaya AMS dan hipotermia, setiap pendaki harus melakukan persiapan matang sebelum mendaki gunung tinggi. Berikut beberapa langkah pencegahan yang disarankan:

  1. Aklimatisasi – Naik secara bertahap untuk memberi waktu tubuh beradaptasi dengan kadar oksigen yang lebih rendah.
  2. Pakaian yang Tepat – Gunakan pakaian berlapis yang sesuai dengan suhu ekstrem di pegunungan.
  3. Konsumsi Cairan yang Cukup – Dehidrasi dapat memperparah gejala AMS, jadi pastikan asupan cairan tercukupi.
  4. Kenali Gejala Dini – Jika merasakan gejala AMS atau hipotermia, segera ambil tindakan pencegahan, seperti beristirahat atau turun ke ketinggian yang lebih rendah.
  5. Hindari Minuman Beralkohol – Alkohol dapat memperburuk kondisi AMS dan menyebabkan hilangnya panas tubuh lebih cepat.
  6. Gunakan Peralatan Pendakian yang Memadai – Sleeping bag berkualitas, jaket tahan angin, dan sepatu anti-air sangat penting untuk menghadapi kondisi ekstrem di gunung tinggi.
Baca juga:   Dokter Kulit Ungkap Fakta di Balik Penggunaan Masker Mata

Dengan persiapan yang matang dan kesadaran terhadap bahaya AMS serta hipotermia, pendaki dapat menikmati perjalanan mereka dengan lebih aman dan nyaman.

Mendaki gunung bukan hanya tentang menaklukkan puncak, tetapi juga tentang bertahan dan kembali dengan selamat.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Acute Mountain SicknessAMSHipotermia


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Mohammad Zaki Ubaidillah. (Foto: Dok. PP PBSI)
HEADLINE

Zaki Juara Thailand Masters 2026: Mohammad Zaki Ubaidillah Taklukkan Wakil Tuan Rumah Melalui Duel Sengit Rubber Game di Stadion Nimibutr

2 Februari 2026

BANGKOK, WWW.PASJABAR.COM -- Babak final tunggal putra turnamen Thailand Masters 2026 mempertemukan pemain muda Mohammad Zaki Ubaidillah...

Pertamina Enduro menang 3-0 atas Bandung BJB Tandamata / @mojisports_

Jakarta Pertamina Enduro Balas Dendam: Megatron dan Kawan-Kawan Libas Bandung BJB Tandamata Skor 3-0

2 Februari 2026
Napoli kalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Liga Italia. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)

Napoli Amankan Tiga Poin di Maradona Stadium: Partenopei Tumbangkan Fiorentina Skor 2-1 dan Terus Tempel Ketat Posisi Papan Atas Klasemen

1 Februari 2026
Starting XI Inter Milan saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/luca

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

1 Februari 2026
Borneo FC menang dramatis 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada 1 Februari 2026. Gol Koldo Obieta bawa Borneo FC pepet Persib di puncak klasemen. (instagram/@borneofc.id)

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

1 Februari 2026

Highlights

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

Comeback Fantastis Di Stamford Bridge: Chelsea Taklukkan West Ham United 3-2 Setelah Sempat Tertinggal Dua Gol Pada Babak Pertama

Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

Barcelona Bungkam Elche 3-1: Lamine Yamal Tampil Sempurna Saat Blaugrana Curi Poin Penuh Di Estadio Martinez Valero

Teror Kawanan Anjing Di Cibuntu: Seorang Anak Kecil Terluka Parah Akibat Digigit Hewan Peliharaan Yang Lepas Ke Pemukiman Warga

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.