BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Usia lanjut tak menjadi penghalang bagi pasangan suami istri asal Kampung Nyalindung, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, untuk mewujudkan impian mereka menunaikan ibadah haji.
Olib (95) dan sang istri, Wariah (75), asal Kecamatan Cipongkor, akan berangkat ibadah haji pada 27 Mei 2025 mendatang bersama Kloter 2 asal Bandung Barat.
Kakek Olib tercatat sebagai calon jemaah haji tertua di wilayah Kabupaten Bandung Barat tahun ini.
Meski sudah berusia hampir seabad, semangatnya tak surut. Ia tampak antusias saat mencoba mengenakan kain ihram, sebagai bagian dari persiapan menjelang keberangkatan.
Perjalanan Olib menuju Tanah Suci bukanlah perkara mudah. Selama bertahun-tahun, ia menabung dari hasil bertani di lahan sederhana miliknya.
Selain itu, ia berdagang wajit dan kerupuk gurilem—dua makanan khas Sunda—yang ia jual hingga ke Kota Bandung.
Tak jarang, ia berjalan kaki menjajakan dagangannya demi menghemat ongkos dan mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk tabungan haji.
“Sudah lama sekali saya ingin naik haji. Alhamdulillah sekarang waktunya datang. Semua dari hasil kerja keras saya sendiri,” ungkap Olib dengan mata berkaca-kaca.
Anaknya, Dewi Yulianti, mengaku bangga dengan semangat sang ayah yang tetap bekerja keras meski usia sudah sepuh.
Ia menyebutkan, sejak dulu ayahnya selalu berprinsip bahwa ibadah harus diperjuangkan dengan jerih payah sendiri, bukan bergantung pada orang lain.
Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat mencatat, total ada 1.157 calon jemaah haji asal wilayah tersebut yang akan diberangkatkan tahun ini.
Di antaranya, jemaah berusia di atas 65 tahun menjadi prioritas utama sesuai kebijakan pemerintah pusat.
Kisah Olib dan Wariah menjadi potret nyata ketekunan dan kegigihan dalam meraih impian.
Di tengah segala keterbatasan, pasangan lansia ini membuktikan bahwa harapan tak pernah lekang oleh waktu, dan semangat untuk beribadah tak kenal usia. (uby)












