BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Mendikti Saintek Brian Yuliarto mengunjungi kantor Paguyuban Pasundan di Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung, Selasa siang (13/5/2025).
Kunjungan ini menjadi momen strategis dalam mempererat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan serta budaya tertua di Jawa Barat tersebut.
Kedatangan Menteri Brian disambut langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., bersama jajaran pengurus serta Rektor Universitas Pasundan (Unpas) Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., lengkap dengan para wakil rektor dan dekan.
Dalam pertemuan hangat yang berlangsung di ruang kerja Prof. Didi Turmudzi, Brian Yuliarto menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya pada acara Halal Bihalal Paguyuban Pasundan pada 12 April lalu karena harus mendampingi Presiden RI.
Ia pun mengapresiasi peran historis dan kontribusi Paguyuban Pasundan. Termasuk Unpas, dalam bidang pendidikan dan pembangunan masyarakat.
“Saya sangat berharap peran aktif Paguyuban Pasundan dan Unpas dalam menjalankan program dan cita-cita Bapak Presiden. Terutama di bidang pendidikan tinggi dan kegiatan ekonomi,” ujar Brian.
Menurutnya, eksistensi Paguyuban Pasundan yang telah berusia lebih dari satu abad merupakan kekuatan besar untuk mendukung pembangunan nasional.
“Organisasi sebesar dan setua Paguyuban Pasundan ini tentu sangat berpengalaman, dan menjadi modal dasar. Untuk mendorong pendidikan dan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Komitmen
Menanggapi harapan tersebut, Prof. Didi Turmudzi menegaskan komitmen Paguyuban Pasundan yang selama ini telah konsisten berkiprah dalam dunia pendidikan dan ekonomi.
“Selama 112 tahun, Paguyuban Pasundan telah berjuang melawan kebodohan dan kemiskinan. Serta mengembangkan nilai-nilai Islam dan budaya Sunda,” kata Prof. Didi.
Ia juga menuturkan bahwa Paguyuban Pasundan lahir dari semangat perjuangan mahasiswa dalam membela tanah air.
Saat ini, organisasi tersebut membina ratusan sekolah dasar dan menengah, serta empat perguruan tinggi. Dengan jaringan cabang yang tersebar di seluruh provinsi, kabupaten/kota di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.
“Kami siap berperan aktif dalam pengembangan industri dan ekonomi Indonesia,” tegas Prof. Didi.
Sebagai bentuk penghormatan, pada akhir kunjungan, Prof. Didi menyerahkan cinderamata. Dan buku tentang sejarah Paguyuban Pasundan kepada Mendikti Saintek Brian Yuliarto. (jbe)












