CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 14 Desember 2025
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASPENDIDIKAN

Dosen FISIP Unpas: Krisis Sampah Bandung Juga Masalah Komunikasi

Hanna Hanifah
5 Juni 2025
unpas

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Dosen Komunikasi Krisis dan Bencana Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan (Unpas), Dhini Ardianti, S.Sos., M.I.Kom., menyoroti krisis sampah yang melanda Bandung Raya sebagai persoalan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga krisis komunikasi antar pemangku kepentingan.

Dosen FISIP Unpas tersebut menilai bahwa buruknya koordinasi dan rendahnya literasi lingkungan memperparah kondisi darurat sampah. Yang kini melanda kawasan strategis seperti Pasar Gedebage dan Pasar Caringin.

“Masalah sampah bukan hanya teknis, ini juga persoalan komunikasi,” tegas Dhini, dilansir dari laman resmi Unpas.

Ia menyebut dua titik krusial yang mencerminkan parahnya situasi, yakni Pasar Gedebage dan Pasar Caringin.

Di Pasar Gedebage, tumpukan sampah mencapai 600 ton pada April 2025 akibat kerusakan mesin pengolahan. Dan terganggunya distribusi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Sementara di Pasar Caringin, volume sampah mencapai 4.000 meter kubik. Diperparah oleh kebiasaan warga yang masih membuang sampah secara ilegal.

Baca juga:   Tractor Pack Lebih Bermafaat dari pada Mobil Esemka

Situasi ini diperburuk dengan sampah yang tak terangkut di kawasan permukiman. Menimbulkan bau menyengat serta potensi munculnya wabah penyakit.

Kendati pemerintah telah menjatuhkan sanksi administratif seperti denda, upaya ini dinilai belum efektif dalam menanggulangi krisis.

Perlu Partisipasi Kolektif

Dhini menekankan pentingnya membangun komunikasi konstruktif. Melalui dialog lintas pihak: pemerintah, warga, pengelola pasar, hingga pedagang.

Forum warga, musyawarah kewilayahan, hingga grup diskusi digital seperti WhatsApp, menurutnya bisa menjadi ruang strategis. Untuk merumuskan solusi bersama.

“Edukasi publik harus menjangkau hingga level RT/RW dan komunitas pasar. Bahaya pembuangan sembarangan dan pentingnya pemilahan harus dipahami bersama,” ujarnya.

Ia juga mendorong pembentukan kelompok swadaya masyarakat (KSM) dan satgas kebersihan lokal. Sebagai pilar dalam pengelolaan berbasis komunitas.

Baca juga:   Promosi Doktor Ilmu Sosial Didin Wardhana Kaji Formulasi Strategi Retribusi Pelayanan Pasar

Penguatan gerakan seperti KangPisMan (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) serta kebijakan “Tidak Dipilah, Tidak Diangkut” menjadi strategi penting. Dalam perubahan perilaku warga.

Literasi Lingkungan Masih Rendah

Salah satu tantangan utama yang disoroti Dhini adalah rendahnya literasi lingkungan di kalangan masyarakat. Banyak warga belum memahami dampak jangka panjang dari sampah yang tidak terkelola. Seperti pencemaran air tanah dan penyebaran penyakit.

“Tokoh masyarakat, guru, hingga ibu-ibu dasawisma punya peran strategis dalam mengubah perilaku komunitas. Melalui komunikasi warga ke warga (peer-to-peer),” jelas Dhini.

Ia juga menyarankan penggunaan media kreatif seperti mural, seni pertunjukan, dan media sosial komunitas sebagai sarana kampanye yang efektif. Terutama jika disampaikan oleh figur publik atau tokoh lokal yang dipercaya.

Teknologi Saja Tak Cukup

Meski Pemerintah Kota Bandung tengah membangun infrastruktur seperti incinerator dan pusat pengolahan sampah, Dhini menegaskan bahwa teknologi tidak akan berarti tanpa perubahan perilaku dan komunikasi publik yang efektif.

Baca juga:   Program Tingkatkan Mutu Pendidikan Masyarakat di Kota Bandung

Mengutip teori dialogik Paulo Freire, Dhini menyatakan bahwa pendidikan kritis dan pengalaman langsung adalah kunci. Dalam membentuk kesadaran ekologis warga.

“Komunikasi publik perlu menjembatani ketimpangan informasi. Banyak warga belum tahu harus melapor ke mana jika TPS penuh atau siapa yang bertanggung jawab. Kanal informasi publik harus diperkuat dan pemerintah perlu hadir secara aktif dan responsif,” katanya.

Sinergi Lintas Sektor

Untuk mengatasi krisis secara menyeluruh, Dhini mendorong terbentuknya ekosistem komunikasi lingkungan yang berkelanjutan dan memberdayakan. Dengan melibatkan pemerintah, LSM, akademisi, komunitas lokal, dan media.

“Pengelolaan sampah bukan beban pemerintah semata, tapi tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat. Budaya bersih dan berkelanjutan harus menjadi gaya hidup masyarakat Bandung yang modern, sehat, dan sadar lingkungan,” pungkasnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: krisis sampah Bandunguniversitas pasundanunpas


Related Posts

Jalan Santai Dies Natalis Unpas ke-65
HEADLINE

Ribuan Sivitas Akademika Ikuti Jalan Santai Dies Natalis Unpas ke-65

13 Desember 2025
kunjungan ke Pascasarjana Unpas
HEADLINE

UIN Palangkaraya Kunjungan Akademik ke Pascasarjana Unpas, Akui Kampus Besar dan Inspiratif

12 Desember 2025
Mahasiswi Unpas Raih Juara Tiga Duta Baca Jawa Barat 2025
PASPENDIDIKAN

Mahasiswi Unpas Raih Juara Tiga Duta Baca Jawa Barat 2025

12 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa
HEADLINE

Kalah Rubber Game, Febriana/Meilysa Raih Perak SEA Games

14 Desember 2025

PATHUM THANI, WWW.PASJABAR.COM – Kontingen Indonesia harus puas dengan medali perak dari nomor ganda putri perorangan cabang...

Pesepak bola Timnas U22 Indonesia Toni Firmansyah (kiri) berupaya melewati adangan pesepak bola Timnas Myanmar Oakkar Naing (kedua kanan) pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand, Jumat (12/12/2025). ANTARA FOTO/NAY/sth/foc.(ANTARA FOTO/NAY)

PSSI Terbagi Faksi, Tanggung Jawab Zainudin Amali Gagal SEA Games

14 Desember 2025
Nadia Aisha Nurazmi.(DOK INSTAGRAM/@TIMINDONESIAOFFICIAL)

Perenang Indonesia Lolos Final Renang SEA Games 2025 & Pecahkan Rekor Nasional

14 Desember 2025
Mohamed Salah mendapatkan aplaus dari fans usai kembali memperkuat Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)

Mohamed Salah Comeback, Langsung Assist Gol Kedua Liverpool

14 Desember 2025
Ilustrasi kontingen Indonesia di SEA Games 2025. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Hasil Balap Sepeda Men’s Time Trial SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas!

14 Desember 2025

Highlights

Mohamed Salah Comeback, Langsung Assist Gol Kedua Liverpool

Hasil Balap Sepeda Men’s Time Trial SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas!

Super League 2025/2026: Persib Hancur 0-2 di Kandang Malut United

Marc Klok Tegaskan Persib Bidik Kemenangan Lawan Malut United

Malut United Vs Persib Super League 2025/2026: Tanpa Hodak

Alumni Network Forum 2025 FIB Unpad Dorong Reputasi QS Ranking

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.