BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Muhamad Fajar, seorang pemuda asal RW 02 Kelurahan Husein, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, berhasil mengharumkan nama daerah dengan lolos sebagai delegasi Indonesia dalam program pertukaran seni dan budaya di Taiwan dalam event YICFFF (Yilan International Childern Folklore & Folgame Festival) 2025.
Keberhasilannya ini bermula dari sebuah penampilan di pagelaran Kabaret tahun 2025, yang kemudian membukakan jalan menuju panggung internasional.
“Awalnya, salah satu pelatih saya, Teh Vera, yang memang sudah dikenal sebagai penari internasional melihat potensi saya dan menawarkan program exchange seni dan budaya ke Taiwan,” ujar Fajar.
Saat itu, Fajar memang sedang tidak terikat kuliah maupun pekerjaan karena masih dalam tahap seleksi. Melihat peluang tersebut, ia pun diminta untuk menyiapkan dokumen pendukung seperti CV dan portofolio.
Proses seleksi berlangsung ketat selama lebih dari dua bulan, mengingat banyaknya talenta lain yang ikut mendaftar. Hingga akhirnya, pengumuman resmi diterima melalui pesan WhatsApp: Fajar dinyatakan lolos dan berhak menjadi bagian dari delegasi seni Indonesia yang akan tampil dan belajar bersama para seniman Taiwan selama 45 hari penuh di Yilan, Taiwan.
Di sana, Fajar tak hanya akan menari, tetapi juga berkesempatan menampilkan berbagai keahlian seperti bermain alat musik, akrobatik, juggling, dan lainnya sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.
Tim Indonesia yang diberangkatkan menamai diri mereka Garuda Culture, sebuah simbol semangat memperkenalkan budaya tanah air dengan penuh totalitas kepada audiens internasional.
Motivasi Fajar mengikuti program ini tidak datang tiba-tiba. Ia telah menekuni dunia seni sejak kelas 3 SD melalui komunitas BATTLE 02, sebuah wadah seni dan budaya yang berdiri di lingkungannya.
“Saya ingin membanggakan orang tua, membuktikan bahwa saya mampu berkembang di bidang ini, dan tentu saja membawa nama baik BATTLE 02 ke kancah internasional,” ujarnya penuh semangat.
Fajar juga mengungkapkan bahwa perjalanan menuju program ini tidak tanpa tantangan. Salah satunya adalah menyusun CV dan portofolio dalam bahasa Inggris, yang memaksa dirinya untuk belajar secara mandiri. Selain itu, ia harus membagi waktu dengan kesibukan organisasi lain yang diikutinya. Namun, semangatnya untuk terus tumbuh membuat semua tantangan itu terlewati.
“Tidak ada penampilan khusus dari saya pribadi, tapi kami semua akan memperkenalkan budaya Indonesia kepada publik Taiwan. Ini penting, agar budaya kita dikenal dan dicintai juga oleh masyarakat luar,” tuturnya.
Fajar pun menyampaikan terima kasih kepada para senior dan seluruh keluarga besar BATTLE 02 yang selama ini telah mendukungnya.
Setelah kembali ke Indonesia, Fajar berkomitmen untuk membagikan seluruh ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda di komunitasnya.
“Saya percaya ini bukan hanya soal tampil, tapi juga tentang keberanian untuk melangkah dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Indonesia punya begitu banyak seni dan budaya dari Sabang sampai Merauke yang layak ditampilkan di panggung dunia,” paparnya.
Program pertukaran seni ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk percaya diri, terus berkarya, dan ikut melestarikan seni budaya bangsa. (tiwi)












