www.pasjabar.com — Nasib Branko Ivankovic sebagai pelatih Timnas China akhirnya menemui akhir pahit. Federasi Sepak Bola China (CFA) dikabarkan resmi memecat pelatih asal Kroasia tersebut setelah kegagalan timnya menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Puncak dari rentetan hasil buruk itu terjadi ketika China kalah 0-1 dari Timnas Indonesia, dalam laga yang digelar pada 5 Juni 2025 lalu.
Meski China masih mampu meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bahrain di laga terakhir, posisi Ivankovic tetap tidak terselamatkan.
Media China, Sohu, melaporkan bahwa pertemuan antara sang pelatih dan petinggi CFA berlangsung pada 13 Juni 2025. Hasilnya, kedua pihak sepakat untuk mengakhiri kontrak lebih awal tanpa kompensasi apa pun.
Lebih mengejutkan lagi, Ivankovic disebut ingin “menghukum diri sendiri” atas kegagalannya membawa China melaju.
“Tidak ada perdebatan soal pemutusan kontrak. Rumornya, Ivan ingin menghukum diri sendiri atas kegagalan ini,” tulis Beijing Youth Daily Sports.
Tumbal Baru Timnas Indonesia di Era Patrick Kluivert
Keputusan FA China ini membuat Ivankovic menjadi korban terbaru keganasan Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert.
Sejak ditangani oleh mantan legenda Belanda tersebut, Garuda tampil mengesankan dan berhasil mencatat hasil besar atas lawan-lawannya.
Ivankovic bukan satu-satunya pelatih top yang lengser usai bertemu Indonesia.
Graham Arnold harus kehilangan jabatannya sebagai pelatih Australia setelah ditahan imbang 0-0 oleh Indonesia di matchday kedua.
Sementara Roberto Mancini, eks pelatih Timnas Arab Saudi, juga dipecat usai hanya bermain imbang 1-1 melawan skuad Garuda di kandangnya sendiri.
Tren ini menegaskan bahwa Timnas Indonesia kini telah menjadi tim yang diperhitungkan secara serius di level Asia.
Tak hanya memberi kejutan di lapangan, mereka juga menciptakan efek domino di ruang manajerial lawan.
Masa Depan Timnas China Masih Abu-Abu
Dengan pemecatan Branko Ivankovic, masa depan Timnas China kini kembali berada dalam ketidakpastian.
Siapa pelatih pengganti belum ditentukan, dan CFA harus bergerak cepat jika ingin mempersiapkan tim secara matang untuk Piala Asia maupun agenda FIFA lainnya.
Sementara itu, bagi publik Indonesia, ini menjadi catatan membanggakan.
Kemenangan atas China bukan hanya berarti tiga poin, tetapi juga bukti bahwa Timnas Indonesia sudah keluar dari bayang-bayang masa lalu dan kini sanggup menantang raksasa-raksasa Asia.












