BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Abdullah Ramdhani resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Sosial dari Program Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul Model Whole of Government Penurunan Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Garut dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar Kamis (19/6/2025) di Aula Mandalasaba Dr. Djoenjoenan, Gedung Paguyuban Pasundan, Kota Bandung.
Sidang promosi doktor Pascasarjana Unpas tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S. selaku Ketua Sidang, dengan promotor Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., serta co-promotor Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si.
Bertindak sebagai penguji adalah Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si., Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si., dan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si.

Dalam disertasinya, Abdullah memaparkan bahwa tingginya angka prevalensi stunting di Kabupaten Garut, yang pada 2022 tercatat tertinggi di Jawa Barat, menjadi latar belakang penelitiannya.
Ia menilai bahwa pendekatan whole of government sangat dibutuhkan untuk mempercepat penurunan angka stunting. Melalui kerja kolaboratif antar lembaga, organisasi, dan tokoh masyarakat.
“Penelitian saya ini tentang pendekatan model whole of government dalam penurunan prevalensi stunting. Ini ditujukan untuk mengatasi masalah stunting di Kabupaten Garut. Garut ini ironis, punya sumber daya alam luar biasa. Tapi kualitas sumber daya manusianya masih tertinggal karena stunting,” ungkap Abdullah saat ditemui usai sidang.
Ia menambahkan, model yang ia tawarkan menekankan pentingnya nilai-nilai dasar. Seperti kepemimpinan tokoh lokal, koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi.

Komitmen dan komunikasi juga menjadi penguat utama dalam menciptakan budaya organisasi yang mendukung pelaksanaan program penurunan stunting.
“Dengan model ini, kita bisa mendorong pemerintah daerah untuk melibatkan dimensi-dimensi penting dari hasil penelitian saya. Harapannya, temuan ini bisa dikembangkan lagi dengan dimensi baru agar lebih kuat secara keilmuan,” jelasnya.
Dari sisi praktis, Abdullah berharap penelitian ini bisa menjadi rujukan dan diadopsi oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Dalam menjalankan program-program yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting.
Hasil Sidang
Dalam sidang promosi doktor tersebut, Abdullah dinyatakan lulus dengan IPK 3,65 dan yudisium sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai lulusan ke-296 Program Doktor Ilmu Sosial Unpas.

Mengakhiri wawancaranya, Abdullah menyampaikan kesan mendalam terhadap Unpas, tempat ia menempuh pendidikan dari jenjang S1 hingga S3.
“Sepertinya saya berjodoh dengan Unpas. Dari S1 sampai S3 saya di sini. Yang saya kagumi dari Unpas adalah pelayanannya, fleksibilitas kuliahnya, dan pemahaman terhadap mahasiswa yang harus bekerja sambil kuliah. Harapannya, Unpas ke depan bisa lebih maju, tidak hanya berkontribusi di Jawa Barat tapi juga di tingkat internasional,” pungkasnya. (han)












